TERNATE-Ketua DPD I KNPI Provinsi Maluku
Utara, Thamrin Ali Ibrahim menilai, model pendekatan penyelesaian tawuran atau
konflik pemuda antara kampung saat ini belum tepat, baik yang dilakukan
pemerintah maupun pihak-pihak yang bertanggung jawab. Menurutnya, proses
penanganan baru dilakukan saat terjadi konflik, seharusnya kegiatan kepemudaan
di desa dan kelurahan menjadi perhatian serius dan merata. "Program
Dispora Provinsi maupun kabupaten/Kota harus mengurai persoalan
kepemudaan," katanya, Minggu (23/10).
Dikatakan, program pemerintah harus
menciptakan partisipasi yang kuat sehingga pemuda bisa bergerak tanpa harus
menggantungkan aktifitas kepada pemerintah. Jika pemerintah daerah bisa
menciptakan program partisipatif, maka dapat menyisir secara bertahap masalah
klasik konflik antar kelurahan," ujar Thamrin.
Karena itu, KNPI Malut dibawah
kepemimpinannya akan bergerak cepat untuk memastikan seluruh program riil bersama pemuda di desa-desa,
sehingga KNPI tersebar sampai desa dan Kelurahan. “Saya akan fokusn program di
desa dan kelurahan dalam rangka peningkatan pemuda. Target saya seluruh DPD II
KNPI Kabupaten/Kota harus memiliki desa binaan. Untuk melaksanakan ini, tidak
terlalu sulit dan tidak banyak menggunakan dana besar. Saya perkirakan hanya 5
sampai 10 juta untuk memulai kerja mulia ini," urainya.
Thamrin menargetkan dalam setahun
harus ada 50 desa binaan diseluruh Kabupaten/Kota yang akan diurus oleh DPD II
KNPI secara periodik, sehingga tidak putus setiap periode. Dengan begitu,
pemuda memiliki kemampuan pengetahuan dan akses. Jika pemuda tingkat bawah sudah
kuat mengakses secara terbuka informasi, maka akan banyak hal yang dilakukan
secara cepat dan tepat. "Termasuk perkelahian antar kampung agar tidak terjadi
lagi, karena mereka telah terbuka wawasannya secara global," ujarnya.
Menurutnya, permasalahan klasik ini
sering terjadi karena hal-hal yang sebenarnya mudah di atasi. Thamrin yakin jika
pemuda diberikan kegiatan positif yang bersinggungan ke arah positif maka tawuran
tidak akan terjadi. “Kita berharap proses pelantikan pengurus dalam waktu dekat
ini bisa dihadiri seluruh unsure kepemudaan, sehingga komitemen membangun
kepemudaan di Malut bisa berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan,"
harapnya. (jun)
