‘Anggota DPRD Provinsi Mandi Duit’

Diposting oleh On Saturday, October 08, 2016 with No comments

SOFIFI-Anggota DPRD provinsi Maluku Utara memang ‘mandi duit’. dalam sebulan menghabiskan anggaran daearah lebih dari Rp. 900 juta. Sesuai data, DPRD dalam setahun mendapat alokasi anggaran sebesar Rp. 11 miliar. Berdasarkan pengajuan bendahara Sekwan, Rusmala Abd. Rahman ke Biro Keuangan, anggaran itu dirinci untuk gaji, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, tunjangan PPH/tunjangan khusus hingga tunjangan beras.
Dalam daftar pengajuan bendaraha disebutkan, gaji pokok atau uang representasi sebesar Rp.97.950.000 sesuai kode rekening 1.20.01.00.00.5.1.1.01.01. Tunjangan keluarga sebesar Rp. 13.176.000 dengan kode rekening .20.01.00.00.5.1.1.01.02, dan tunjangan jabatan senilai Rp.142.027.500 dengan kode rekening 1.20.01.00.00.5.1.1.01.06.
Selain itu tunjangan beras Rp. 11.370.880, tunjangan PPH atau tunjangan khusus Rp.14.246.802, uang paket Rp. 9.795.000, tunjangan Badan Musyawarah Rp 2.805.750, tunjangan komisi Rp 6.307.500, tunjangan badan Anggaran senilai Rp 3.197.250.
Tunjangan Badan Kehormatan Rp.326.250, tunjangan alat kelengkapan lainya senilai Rp 1.653.000, tunjangan perumahan Rp 438.000.000 dan tunjangan komunikasi intensif untuk 45 anggota DPRD senilai Rp 258.000.000. Total keselurhan anggota DPRD menerima tunjangan dan gaji senilai Rp 998.855.932 dikalikan dengan 12 bulan maka setahun mencapai lebih dari Rp 11 miliar.

Kabag Humas DPRD provinsi Maluku Utara Rusiyoto saat dikonfirmasi wartawan via Handphone Jumat (7/10) mengatakan, yang lebih mengetahui teknis anggaran adalah Kabag Anggaran. Sementara Kabag Keuaangan DPRD Erfa Conoras belum bisa di hubungi untuk konfirmasi karena HPnya tidak aktif. (ces)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »