![]() |
| ilustrasi |
SOFIFI-Proyek pekerjaan jalan pasar Galala, Sofifi Kota Tidore Kepulauan senilai Rp. 930 juta yang bersumber dari APBD 2016 itu, realilisasi di lapangan hanya digunakan aspal jalan sekitar 500 meter. Sisanya, tak dilanjutkan lagi padahal sisa tahun anggaran tinggal dua bulan. Proyek yang dikerjakan CV. Asmi itu menangangani aspal jalan hotmix ke arah pasar Galala sekitar 500 meter sisanya tak dilanjutkan.
Menurut pengawas proyek Ardian Tjan, anggaran Rp.930 juta itu hanya digunakan sebagian, sisanya entah kemanakan. "Saya hanya pengawas tidak memiliki kewenangan itu, sebaiknya tanya langsung ke kepala dinas PU,” pintanya, Minggu (9/10).
Sementara menurut Munawir Umar, mahasiswa Universitas Bumi Hijrah Sofifi, jalan pasar Galala sudah berulang kali diperbaiki, namun tetap saja mengalami kerusakan lantaran aspal yang digunakan kemungkinan tidak berkualitas. Ia menduga, pekerjaan seperti itu kemungkinan kepentingan oknum pejabat tertentu. Padahal anggaran yang dialokasi hampir setiap tahun, tapi kualitas pekerjaan tidak memuaskan. “Seperti proyek siluman begitu,” ujarnya.
Menurut pengawas proyek Ardian Tjan, anggaran Rp.930 juta itu hanya digunakan sebagian, sisanya entah kemanakan. "Saya hanya pengawas tidak memiliki kewenangan itu, sebaiknya tanya langsung ke kepala dinas PU,” pintanya, Minggu (9/10).
Sementara menurut Munawir Umar, mahasiswa Universitas Bumi Hijrah Sofifi, jalan pasar Galala sudah berulang kali diperbaiki, namun tetap saja mengalami kerusakan lantaran aspal yang digunakan kemungkinan tidak berkualitas. Ia menduga, pekerjaan seperti itu kemungkinan kepentingan oknum pejabat tertentu. Padahal anggaran yang dialokasi hampir setiap tahun, tapi kualitas pekerjaan tidak memuaskan. “Seperti proyek siluman begitu,” ujarnya.
