![]() |
| IGN Wiratmaja Puja |
Beritalimamenit, JAKARTA-Tahun 2017, giliran Indonesia
Timur (Intim) kebagian jatah bantuan 517 ribu paket perdana LPG 3 kg. Program
ini merupakan lanjutan konversi minyak tanah ke LPG 2007. Dirjen
Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja menjelaskan, berdasarkan pendataan
yang dilakukan Pemerintah, terdapat 1,7 juta rumah tangga yang siap diberikan
paket perdana LPG 3 kg.
Rumah tangga tersebut berasal
dari Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, NTB, NTT, Maluku, dan Maluku
Utara. Namun lantaran sarana dan prasarananya belum siap, maka untuk wilayah
Indonesia bagian Timur baru akan dibagikan 517.000 paket perdana pada tahun
2017.
Direktur Utama PT Pertamina
(Persero) Dwi Soetjipto menambahkan, wilayah yang belum melaksanakan konversi
minyak tanah ke LPG 3 kg, antara lain Aceh yaitu kabupaten Simeulue, Belitung
Barat dan Timur, Kepulauan Riau, Maluku, Maluku Utara, NTB, NTT, Papua, Papua
Barat, Sulawesi Tengah yaitu di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi
Utara, Sumatera Barat yaitu Kabupaten Mentawai, dan Sumatera Utara yaitu
Kabupaten Nias.
"Belum ada kesiapan sarana
dan fasilitas suplai pendistribusian LPG dan jarak yang jauh ke titik suplai
LPG yang terdekat dan medan geografis yang harus ditempuh untuk
mendistribusikan LPG," kata Dwi seperti mengutip situs Kementerian ESDM,
Jumat (7/10/2016).
Sesuai dengan Perpres No
104/2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan harga Tabung 3 Kg,
maka penerima paket perdana adalah pertama, rumah tangga yaitu konsumen yang
mempunyai legalitas penduduk, menggunakan minyak tanah untuk memasak dalam
lingkup rumah tangga dan tidak mempunyai kompor gas.
Kedua, usaha mikro yaitu
konsumen dengan usaha produktif milik perseorangan yang mempunyai legalitas
penduduk, menggunakan minyak tanah untuk memasak dalam lingkup usaha mikro dan
tidak mempunya kompor. (ilc)
