KOTA Ternate, provinsi Maluku Utara dengan luas wilayah 111.39 Km dengan jumlah penduduknya 207.295 jiwa yang terdiri
dari 7 Kecamatan , dan 77 Kelurahan ternyata memiliki Indeks Harga
Konsumen (IHK) tertinggu urutan ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan
Jayapura, Papua. Sebagai salah
satu daerah otonom di Indonesia sejak 4 Agustus 2010 dan menjadi ibu kota sementara
Provinsi Maluku Utara, Kota Ternate mempunyai IHK paling tinggi ketiga, yakni
Rp 6.427.357 per bulan.
Sementara Jakarta
sebagai ibukota negara dengan biaya hidup paling tinggi urutan pertama di
Indonesia dengan IHK sebesar
Rp 7.500.726 per bulan. Urutan kedua ada Kota Jayapura, ibu
kota provinsi Papua. Kota yang terletak paling timur di Indonesia itu menempati
kota termahal kedua setelah Jakarta dengan IHK Rp 6.939.057 per bulan.
Urutan keempat adalah Kota Depok Provinsi
Jawa Barat. Kota yang letaknya berdekatan dengan Jakarta, tepatnya di selatan
Jakarta, yakni antara Jakarta-Bogor membuat Depok menempati IHK paling tinggi
keempat, yaitu Rp 6.330.690 per bulan. Urutan kelima adalah Kota Batam Provinsi
Kepulauan Riau. Wilayah Kota Batam terletak di Pulau Batam yang bersebelahan
dengan Negara Singapura mempunyai IHK sebesar Rp 6.307.136 per bulan, selisih
sedikit dibanding Depok.
Sedangkan kota dengan biaya hidup termasuk
urutan enam di Indonesia adalah Manokwari, ibu kota Provinsi
Papua Barat. Kota dengan pemandangan alam yang menakjubkan ini mempunyai IHK Rp
6.269.296 per bulan. Indikator ini tentu hanya bersifat umum, dengan nilai
konsumsi rumah tangga berjumlah 4 jiwa. Artinya, survei tersebut bisa jadi
lebih banyak atau lebih sedikit, tergantung pola hidup masyarakat.
Sementara 10 kota dengan
biaya hidup terendah di Indonesia adalah Banyuwangi Rp. 3.029.367,
Kudus Rp. 3.079.786,81, Singaraja Rp. 3.113.745, Metro Rp. 3.117.533,
Probolinggo Rp. 3.295.045, Tegal Rp. 3.314.997, Sumenep Rp. 3.356.485, Cilacap
Rp. 3.390.307, Madiun Rp. 3.423.535, Jember Rp. 3.480.924 dan Surakarta Rp. 3.481.174.
Biaya hidup dimaksudkan adalah biaya sandang, pangan,
papan atau makanan, minuman, kontrakan dan sebagainya. Perbandingan biaya hidup
yang dikeluarkan oleh rumah tangga selama 1 bulan untuk makanan dan non
makanan. Di kota Ternate masyarakat memang terbiasa dengan harga-harga yang
relatif cukup tinggi, bukan karena konsumtif, tapi memang kondisinya demikian.
Perbandingan harga hampir tiga kali lipat dengan daerah lain.
Sebagai kota termahal ketiga di Indonesia, kota Ternate
jarangan ditemukan pengemis. Kalau pun ada, justeru pengemis berasal dari
daerah lain. Walaupun mendapat julukan kota tertinggi biaya hidupnya, Ternate menjadi
sasaran pendatang untuk mengadu nasib di daerah ini karena banyak keunikan membuat
banyak pendatang betah menetap terutama karena penduduk daerah ini ramah tamah.
Yang pasti, ini menjadi pekerjaan rumah bagi walikota dan wakil walikota
terpilih nanti. Bagaimana? (rdx)