Ternate, Kota Biaya Hidup Termahal ke-3 Indonesia

Diposting oleh On Sunday, December 06, 2015

KOTA Ternate, provinsi Maluku Utara dengan luas wilayah 111.39 Km dengan jumlah penduduknya 207.295 jiwa yang terdiri dari  7 Kecamatan , dan 77 Kelurahan ternyata memiliki Indeks Harga Konsumen (IHK) tertinggu urutan ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Jayapura, Papua. Sebagai salah satu daerah otonom di Indonesia sejak 4 Agustus 2010 dan menjadi ibu kota sementara Provinsi Maluku Utara, Kota Ternate mempunyai IHK paling tinggi ketiga, yakni Rp 6.427.357 per bulan.
Sementara Jakarta sebagai ibukota negara dengan biaya hidup paling tinggi urutan pertama di Indonesia dengan IHK sebesar Rp 7.500.726 per bulan. Urutan kedua ada Kota Jayapura, ibu kota provinsi Papua. Kota yang terletak paling timur di Indonesia itu menempati kota termahal kedua setelah Jakarta dengan IHK Rp 6.939.057 per bulan.

Urutan keempat adalah Kota Depok Provinsi Jawa Barat. Kota yang letaknya berdekatan dengan Jakarta, tepatnya di selatan Jakarta, yakni antara Jakarta-Bogor membuat Depok menempati IHK paling tinggi keempat, yaitu Rp 6.330.690 per bulan. Urutan kelima adalah Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau. Wilayah Kota Batam terletak di Pulau Batam yang bersebelahan dengan Negara Singapura mempunyai IHK sebesar Rp 6.307.136 per bulan, selisih sedikit dibanding Depok.
Sedangkan kota dengan biaya hidup termasuk urutan enam di Indonesia adalah Manokwari, ibu kota Provinsi Papua Barat. Kota dengan pemandangan alam yang menakjubkan ini mempunyai IHK Rp 6.269.296 per bulan. Indikator ini tentu hanya bersifat umum, dengan nilai konsumsi rumah tangga berjumlah 4 jiwa. Artinya, survei tersebut bisa jadi lebih banyak atau lebih sedikit, tergantung pola hidup masyarakat.
Sementara 10 kota dengan biaya hidup terendah di Indonesia adalah Banyuwangi Rp. 3.029.367, Kudus Rp. 3.079.786,81, Singaraja Rp. 3.113.745, Metro Rp. 3.117.533, Probolinggo Rp. 3.295.045, Tegal Rp. 3.314.997, Sumenep Rp. 3.356.485, Cilacap Rp. 3.390.307, Madiun Rp. 3.423.535, Jember Rp. 3.480.924 dan Surakarta Rp. 3.481.174.
Biaya hidup dimaksudkan adalah biaya sandang, pangan, papan atau makanan, minuman, kontrakan dan sebagainya. Perbandingan biaya hidup yang dikeluarkan oleh rumah tangga selama 1 bulan untuk makanan dan non makanan. Di kota Ternate masyarakat memang terbiasa dengan harga-harga yang relatif cukup tinggi, bukan karena konsumtif, tapi memang kondisinya demikian. Perbandingan harga hampir tiga kali lipat dengan daerah lain.
Sebagai kota termahal ketiga di Indonesia, kota Ternate jarangan ditemukan pengemis. Kalau pun ada, justeru pengemis berasal dari daerah lain. Walaupun mendapat julukan kota tertinggi biaya hidupnya, Ternate menjadi sasaran pendatang untuk mengadu nasib di daerah ini karena banyak keunikan membuat banyak pendatang betah menetap terutama karena penduduk daerah ini ramah tamah. Yang pasti, ini menjadi pekerjaan rumah bagi walikota dan wakil walikota terpilih nanti. Bagaimana? (rdx)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »