![]() |
| (ilustrasi) |
TERNATE-Nasib naas harus
dialami Muhammad Agus Rado (20), salah seorang pemuda asal Kelurahan Toboko
Kecamatan Ternate Selatan. Dia harus berhubungan dengan perawat di bagian
Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Chasan Boesoirie, Kamis (3/12).
Pasalnya, dia
ditikam oleh kelompok Pemuda Asal mangga Dua, saat terlibat perkelahian di
sekitar Lokasi Kampanye Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 3 yang berlangsung
di lapangan Ngara Lamo, Kelurahan Salero.
Dari informasi yang
dihimpun koran ini menyebutkan, kejadian hingga terjadi penikaman ini, berawal
dari korban saat itu diajak sama rekannya untuk ikut kampanye yang di gelar
oleh paslon nomor urut 3 Sidik-Jasman. Setibanya di Salero, korban
berjalan-jalan dengan rekan-rekannya dari kelurahan Tanah Tinggi. Dan mereka
berjalan kaki, tepatnya di depan gapura Ngara Lamo Salero, korban dihampiri
sejumlah pemuda yang diketahui warga Mangga Dua, sekira pukul 16.00 WIT.
Kemudian korban dikroyok
oleh pemuda Mangga Dua. Setelah korban terjatuh ke aspal, langsung ditikam
sebanyak 7 kali menggunakan obeng dan korban mengalami luka tusukan di sekujur
tubuhnya.
Setelah itu, korban
tidak dilarikan ke rumah sakit, mala dibawah kembali ke rumahnya di kelurahan
Toboko dan memberitahukan ke keluarganya bahwa dirinya ditikam oleh pemuda Mangga
Dua. Olehnya itu, keluarga korban yang tidak terima perlakuan pemuda Mangga Dua
dan langsung melakukan penyerangan ke kelurahan Mangga Dua. Aksi saling serang
dan lempar baku pemuda dua kelurahan tersebut tak teralehkan. Namun, saling
lempar itu tidak berlangsung lama,
karena aparat kepolisian langsung membubarkan mereka.
Tidak puas dengan
itu, kemudian pemuda kelurahan Toboko melakukan sweping terhadap kendaraan yang
lewat disekitar lampu merah. Terlihat ada sekitar 6 mobil truk yang disweping,
namun tidak ada warga Mangga Dua yang ditemukan. Aksi para pemuda ini pun
kemudian dihentikan oleh pihak kepolisian dari Polres Ternate melalui Sat
Sabhara, dengan menggunakan senjata lengkap sekira pukul 18.00 WIT.
Sementara itu, di
RSUD, Muhammad Agus Rado, korban penikaman hanya terbaring lemas ditempat tidur
milik IGD, menjalani perawatan medis dengan konsisi sadar. "Dia (Agus) keluar
rumah pukul 15.30 WIT (kemarin,red). Dia sementara tidur dirumah dan temannya
dari Tanah Tinggi panggil dengan menggunakan kaos nomor tiga," ujar ibu
korban.
Namun, ibunya
mengatakan, soal kejadian tidak tahu secara jelas, hanya mendapat informasi
adanya penikaman terhadap anaknya."Untuk tempat kejadian dan bagaimana
kejadian, kami tidak tahu,"katanya.
Kasat Reskrim
Polres Ternate AKP Sjamssudin Lossen dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah mengamankan
dua pelaku yakni Jainudin dan Haikal. Menurut Lossen, keduanya akan di periksa
terkait kejadian berdarah tersebut. "Kami sudah menahan dua orang pemuda yang
di duga sebagai pelaku pengeroyokan dan penikaman terhadap korban. Kami akan
periksa kedua pemuda dulu," katanya, sembari menyatakan, pihaknya akan
terus melakukan pengembangan dalam kejadian itu. (zs)
