Pengangkatan KPPS Tanah Tinggi Dinilai Curang

Diposting oleh On Monday, December 07, 2015

(ilustrasi)
TERNATE-Belum pencoblosan suara, ada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dituding curang. Adalah KPPS Tanah Tinggi. Personil petugas di TPS diduga diangkat tanpa seleksi, akibatnya dalam satu TPS KPPS dalam satu keluarga, bapak dan anak. Calon wakil walikota pasangan nomor urut 3, Jasman Abubakar mengungkapkan, TPS 1, 3 dan 5 Tanah Tinggi didalamnya anak dan bapak. “Bapaknya koordinator Barifola dan pendukung Paslon Bur-Aja,” tegas Jasman.
Jasman mengaku tidak tahu kapan anggota KPPS direkrut. Mantan anggota DPRD provinsi Maluku Utara ini menilai, rekruitmen anggota KPPS dilakukan secara sistematis untuk mengatur serta ada indikasi dan niat melakukan kecurangan. Pola rekrutmen 6 TPS di Tanah Tinggi, 5 diantaranya direkrut orang-orang tertentu. “Kita disini tahu bahwa anggota KPPS adalah kelompok kontestan tertentu. Ironisnya, dalam satu TPS anggota KPPS ada anak dan bapak maupun bapak dan dua anak,” katanya.
TPS 5 dengan ketua Saleh H. Ibrahim dan anaknya Ismail M. Saleh dan Wahyuni M. Saleh. “Itu satu keluarga anak dan bapak,” ujar warga. Pola rekruitmen yang tidak netral tidak pernah diumumkan. Padahal dalam aturan, nama anggota KPPS harus diumumkan kepada masyarakat. Meski ada alasan sudah diumumkan namun masyarakat tidak pernah mengetahui. “Apakah mereka tinggal di luar negeri sehingga tidak tahu,” tandasnya.

Jasman menyebut, kejadian ini terjadi dibeberapa kelurahan. “Kita yakin besok itu pasti akan ada lagi kejadian yang sama. Saya cuman ingatkan sebagai salah korntestan, bahwa kita semua sudah punya komitmen pilkada damai, hanya karena ulah yang tidak netral," tegasnya. Sementara anggota KPU kota Ternate Kuad Suarno saat dimintai tanggapannya mengatakan, anggota KPPS yang didalam terdapat bapak dan anak tidak dibolehkan dan harus diganti. (jun)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »