![]() |
| (ilustrasi) |
TERNATE-Belum
pencoblosan suara, ada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dituding
curang. Adalah KPPS Tanah Tinggi. Personil petugas di TPS diduga diangkat tanpa
seleksi, akibatnya dalam satu TPS KPPS dalam satu keluarga, bapak dan anak.
Calon wakil walikota pasangan nomor urut 3, Jasman Abubakar mengungkapkan, TPS
1, 3 dan 5 Tanah Tinggi didalamnya anak dan bapak. “Bapaknya koordinator
Barifola dan pendukung Paslon Bur-Aja,” tegas Jasman.
Jasman mengaku tidak
tahu kapan anggota KPPS direkrut. Mantan anggota DPRD provinsi Maluku Utara ini
menilai, rekruitmen anggota KPPS dilakukan secara sistematis untuk mengatur
serta ada indikasi dan niat melakukan kecurangan. Pola rekrutmen 6 TPS di Tanah
Tinggi, 5 diantaranya direkrut orang-orang tertentu. “Kita disini tahu bahwa
anggota KPPS adalah kelompok kontestan tertentu. Ironisnya, dalam satu TPS
anggota KPPS ada anak dan bapak maupun bapak dan dua anak,” katanya.
TPS 5 dengan ketua Saleh
H. Ibrahim dan anaknya Ismail M. Saleh dan Wahyuni M. Saleh. “Itu satu keluarga
anak dan bapak,” ujar warga. Pola rekruitmen yang tidak netral tidak pernah
diumumkan. Padahal dalam aturan, nama anggota KPPS harus diumumkan kepada
masyarakat. Meski ada alasan sudah diumumkan namun masyarakat tidak pernah
mengetahui. “Apakah mereka tinggal di luar negeri sehingga tidak tahu,”
tandasnya.
Jasman menyebut, kejadian ini
terjadi dibeberapa
kelurahan. “Kita yakin besok itu pasti akan ada lagi
kejadian yang sama.
Saya cuman ingatkan sebagai salah korntestan,
bahwa kita semua sudah punya komitmen pilkada damai, hanya karena ulah yang
tidak netral," tegasnya. Sementara anggota KPU kota Ternate
Kuad Suarno saat dimintai tanggapannya mengatakan, anggota KPPS yang didalam
terdapat bapak dan anak tidak dibolehkan dan harus diganti. (jun)
