Kota Ternate Masih Andalkan Dana Perimbangan

Diposting oleh On Monday, December 07, 2015

TERNATE-Kota Ternate saat ini masih mengandalkan dana perimbangan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal itu sebagaimana termuat dalam dokumen nota keuangan dan RAPBD tahun anggaran 2016 yang diserahkan pejabat walikota, Idrus Assagaf  kepada DPRD untuk dibahas dan disahkan menjadi ABPD 2016.
Dalam dokumen tercatat, kondisi dan kebijakan anggaran pendapatan daerah bersumber dari penerimaan daerah dalam pelaksanaan desentralisasi meliputi pendapatan asli daerah, dana perimbangan dan lain-lain penerimaan daerah yang sah. Dana perimbangan merupakan bagian terbesar memberikan kontribusi APBD kota Ternate. Artinya, hidup matinya daerah ini masih menggantungkan dana perimbangan.
“Dana Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak, DAU dan DAK, prosentasinya pada tahun 2016 direncanakan 89,15 % dari total Pendapatan Daerah Kota Ternate,” ucap penjabat Walikota Ternate, Idrus Assagaf, Sabtu (5/12). Pendapat daerah diestimasi dalam RAPBD 2016 direncanakan sebesar Rp 839.004.122.000 mengalami kenaikan sebesar Rp 12.831.619. 818 atau 1,55 persen dari anggaran 2015 lalu. “Pajak daerah, retribusi daerah dan hasil pengolahan kekayaan daerah yang Dipisahkan mengalami kenaikan, sedangkan lain-lain PAD yang sah justru mengalami penurunan,” ucapnya, memberi contoh.

Sedangkan dana perimbangan menurut ketua DPRD, Merlisa direncakana sebesar Rp 747.994.296.000 mengalami kenaikan sebesar Rp 110.295.379.000 atau naik 17,30 persen dari anggaran tahun 2015. “Komponen dana hasil pajak turun 38,20 persen, bagi hasil sumber daya alam tak mengalami kenaikan, sementara Dana Alokasi Umum (DAU) naik 13,57 persen dan Dana Alokasi Khusus (DAK) naik 87,12 persen,” jelasnya.
Idrus menyebut, lain-lain pendapatan daerah yang sah dalam tahun anggaran 2016 direncanakan sebesar Rp 26.075.574.000 mengalami penurunan sebesar Rp 97.739.511.182 atau (78,94) % dari anggaran 2015. (dbs)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »