Kecewa Penjabat Bupati, Guru Sula Unjuk Rasa

Diposting oleh On Monday, December 28, 2015

(ilustrasi)
SANANA-Sebanyal 181 guru di kabupaten Kepulauan Sula menggelar unjuk rasa di depan kantor bupati dan kantor dinas pendidikan setempat, Senin (28/12) karena kecewa dengan penjabat bupati, Mohtar Umamit yang melakukan mutasi beberapa waktu lalu, dan akhirnya kebijakan mutasi tersebut mendapat teguran Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
Sebab itu, 181 guru tersebut mendesak penjabat bupati segera membatalkan keputusannya sekaligus mengembalikan para guru ke tempat semula. Para guru selain berorasi, juga mengamuk di kantor dinas pendidikan setempat. Mereka meneriakkan kalimat-kalimat Kadis Pendidikan Amate Fokatea tak tahu aturan.

Aksi para pahlawan tanpa tanda jasa ini nyaris menimbulkan bentrok dengan staf yang hendak membela kehormatan atasannya. Untung saja segera diamankan Satpol PP dibantu aparat kepolisian. Asisten III Ahmad Salawane dan Asisten I Misba lansung memanggil kepala Dinas Pendidikan Amate Fokatea dan mantan Kepala Dinas Pendidikan Ali Umanahu, Kabag Humas dan Protokol Syafrudin  Buamona ke ruangan Asisten III. Tujuannya, berkoordinasi dengan penjabat bupati.
Koordinasi melalui handphone guna meminta arahan penjabat bupati karena para guru semakin beringas. Usai berkoordinas dengan penjabat bupati, Asisten II Ahmad Salawane menggelar hearing terbuka dengan para guru di depan kantor bupati menyampaikan pesan Mohtar Umamit. Dalam hearing itu, Ahmad Salawane berkapasitas sebagai Plh bupati.
“Apa yang yang menjadi tuntutan dan keinginan para guru telah kami sampaikan kepada penjabat bupati. Beliau mengatakan, guru-guru yang telah dimutasikan berkeinginan masuk kantor kantor dipersilahkan. Rabu (hari ini-red) penjabat bupati tiba baru diselesaikan. Silahkan kembali ke sekolah masing-masing untuk duduk diam dan menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab,” pinta Ahmad Salawane. (sdl)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »