TERNATE-Kasus penyakit malaria di
Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara pada tahun 2015 tercatat menyerang
2.453 orang dengan jumlah desa Endemis 85 dari 48 persen desa yang tersebar
pada sembilan kecamatan. "Hampir setiap tahun jumlah kematian di Kabupaten
Halbar karena dipicu oleh penyakit malaria cukup tinggi," kata Kepala
Dinkes Halbar Atty Tutupoho di Ternate.
Menurutnya,
pelaksanaan distribusi kelambu berinsektisida dilakukan secara masal dan secara
rutin melalui kegiatan Integritas dan cara - cara lain yang dapat diterima oleh
masyarakat, sebagai bentuk langka antisipasi untuk dapat mencegahnya. Oleh
karena itu, pihaknya tetap konsisten dalam melakukan pencegahan dan melakukan
sosialisasi secara rutin kepada masyarakat agar lebih menjaga kesataannya,
mengingat tingkat penyakit menular ini semakin meningkat,"pungkasnya.
Untuk
meminimalisir tingginya penderita malaria, Pemkab saat ini memiliki kelambu
yang telah didistribusikan di kabupaten Halmahera Barat dalam kurun waktu
2007-2014 mencapai jumlah 25,554 yang melindungi 22,6 persen penduduk Halmahera
Barat. "Upaya ini dilakukan guna mencapai perlindungan terhadap seluruh
?penduduk berisiko masih dibutuhkan sekitar 40 juta kelambu lagi, karena banyak
kelambu yang dibutuhkan maka sangat diperlukan dukungan dari pemerintah,
pemerintah daerah, serta lembaga swadaya masyarakat (LSM), swasta dan lembaga
donor," katanya.
Pembagian kelambu harus disertai dengan
sosialisasi, advokasi, promosi agar mendapat dukungan semua sektor termasuk
masyarakat dalam meningkatkan cakupan pemakaian kelambu. Dia mengatakan,
sasarannya pemberian kelambu berinsektisida adalah bayi, ibu hamil, balita,
seluruh penduduk di daerah endemis, penduduk yang berdomisili di tempat khusus seperti
di nasrama TNI-Polri. (rol)
