TERNATE-Lima kantor kelurahan
di Kota Ternate Senin (7/12) kemarin didemo massa akibat ada indikasi
kejanggalan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Lima kantor lurah yang didemo yakni,
Gambesi, Kalumata, Bastiong Talangame, Kota Ternate Selatan. Kantor lurah Tanah
Tinggi dan Maliaro, kecamatan Ternate Tengah.
![]() |
| Kantor Lurah yang Didemo |
Meski begitu, kantor lurah Tanah Tinggi
nyaris dirusak massa paslon nomor urut 3. Untuk mengantisipasi kemungkinan
terjadi aksi susulan, personil keamanan ditambah. Danramil Kota Ternate, Kapten
Inf. C. Joko mengatakan, melihat kondisi nyaris konflik saat demo, pihaknya
bersama 3 anggota TNI dan anggota kepolisian Polres langsung melerai massa.
"Kita ada 3 personil melakukan pengamanan di Kantor Lurah Tanah Tinggi,
ditambah anggota Polres. Jadi kita melerai massa dan membubarkan," ujar
Joko.
Menurutnya, anggota TNI yang ditempatkan di
kelurahan hanya memback up Polri dalam
pengamanan Pilkada khususnya wilayah Kota Ternate. Pihanya telah menerjunkan
sebanyak 150 personil anggota Koramil dan disebar ke seluruh kelurahan. “Jadi
setiap kelurahan di komando langsung Babinsa tiap-tiap Kelurahan," tegas
Joko seraya mengatakan pihaknya siap melakukan pengamanan Pilkada.
Secara terpisah, Kabag Operasional Polres
Ternate, AKP Yasmara Harahap menuturkan, dengan adanya insiden demo massa di
lima Kantor Lurah, pihaknya telah menerjunkan sejumlah personil pengamanan di
setiap kelurahan. "Anggota sudah melaksanakan pengamanan di setiap
kelurahan, selain melaksanakan pengamanan logistik, juga mengantisipasi adanya
unjuk rasa maupun hal-hal lain yang mengganggu Kamtibmas," jelasnya.
Ia berharap, masyarakat Kota Ternate menjaga
keamanan, ketertiban dan suasana kondusif agar tidak terjadinya gangguan
Kamtibmas. "Dihimbau agar menjelang hari H (pencoblosan) seluruh
masyarakat untuk menjaga suasan yang aman, tertib, kondusif sehingga pada saat
pencoblosan berjalan dengan baik. Setelah pencoblosan pun tetap dijaga situasi
yang aman, tertib dan kondusif demi kelancaran pilkada serentak ini,"
pintanya.
Yasmara menegaska,
pihaknya akan bertindak tegas apabila ditemukan oknum-oknum yang melakukan
tindakan yang berunsur Pidana. Dicontohkan seperti pelemparan dan pemukulan.
"Tetap, yang namanya pelanggaran ataupun tindak pidana, akan kita
tindak. Masyarakat dihimbau tidak
melakukan pelanggaran ataupun tindak pidana apa pun dan siapapun. Contohnya
Kantor Kelurahan jika ada yang merusak akan kita amankan," tegasnya. (zs)
