![]() |
| Ilham Udin Armaiyn |
SURABAYA United lolos ke babak delapan besar
dengan mantap. Berjumpa Pusamania Borneo FC di Stadion Gelora Delta Sidoarjo,
Senin (30/11) sore ini, anak buah Ibnu Grahan menang meyakinkan 3-1. Ilham Udin
Armaiyn menjadi bintang dengan mencetak dua gol.
Belum genap 10
menit babak pertama berlangsung, PBFC mencetak peluang pertama dari striker
asing, Herman Dzumafo Epandi menit kesembilan. Hanya saja sepakannya dari luar
kotak penalti masih mampu diamankan kiper Jandri Pitoy. Jandri kembali menjadi
penyelamat Surabaya United saat menepis peluang PBFC dari sepakan keras Arpani.
Gol untuk Pesut
Etam akhirnya hadir pada menit ke-16. Meneruskan thru pass Terens Puhiri,
sontekan Sultan Samma berhasil mengoyak jala tuan rumah. Kali ini kiper Jandri
tak berkutik melihat gawangnya jebol. Berhasil mencetak satu gol membuat PBFC
semakin bernafsu untuk memperbesar kedudukan.
Tak mau
ketinggalan, Surabaya United juga berupaya untuk mencetak gol penyama. Kans
anak asuh Ibnu Grahan sempat tercipta lewat aksi Evan Dimas. Sayang belum
berujung gol. Hingga water break babak pertama, klub milik pengusaha Gede
Widiade ini belum mampu mencetak gol penyeimbang.
Pada 15 menit
menjelang laga usai, PBFC kembali mengancam pertahanan Surabaya United lewat
kombinasi Terens dan Sultan Samma. Sayang umpan cantik Samma tak mampu
dimaksimalkan Terens untuk menjadi gol di menit ke-36. Semenit kemudian, cucu
mantan Gubernur Maluku Utara Thaib Armaiyn itu melancarkan serangan dari sisi
kanan. Kali ini bila bisa ditepis kiper Juni Irawan.
Hingga jeda
pertandingan, keunggulan 1-0 untuk PBFC belum mampu dikelar oleh tuan rumah.
Baru dua paruh kedua dimulai, gawang PBFC terkoyak oleh aksi pemain muda, asal
Kota Ternate Maluku Utara. Memanfaatkan bola muntah dari sundulan Evan Dimas
yang membentur tiang, heading Ilham Udin membuat skor menjadi imbang 1-1.
Berhasil
menyamakan kedudukan membuat Surabaya United menggila. Mereka terus menerus
membombardir gawang PBFC. Sayang selalu patah di tangan kiper pengganti, Galih
Sudaryono. Upaya anak asuh Ibnu Grahan berbuah manis setelah Ilham Udin
mencetak gol kedua di menit ke-55. Memanfaatkan kesalahan Diego Michiels,
tendangan keras Ilham langsung menggetarkan jala Pesut Etam.
Berhasil
membalikkan kedudukan membuat Surabaya United bermain lebih percaya diri.
Mereka kini menguasai pertandingan, juga lebih tenang ketika memegang bola.
Hingga 20 menit babak kedua berjalan, kendali laga masih dipegang tuan rumah.
Masuk menit ke-68, PBFC mendapat kesempatan dari tendangan bebas Hamka Hamzah.
Sayang bola masih melambung di atas gawang.
Lepas water
break, PBFC masih belum mampu keluar dari tekanan Surabaya United. Justru anak
buah Ibnu Grahan kembali membahayakan gawang Galih Sudaryono melalui tendangan
spekulasi Fandi Eko Utomo menit ke-78. Akan tetapi bola belum menemui sasaran.
Pada 10 menit menjelang laga usai, Surabaya United menarik Pedro Javier dan
Evan Dimas.
Sebagai gantinya, mereka memainkan Slamet Nur
Cahyono dan Thiago Furtuoso. Pergantian Ibnu berbuah manis. Sebab Thiago
Furtuono sukses menggandakan skor menjadi 3-1 menit ke-87. Memanfaatkan sepak
pojok Fatchurohman, sundulan Thiago membuat kiper Galih tak berkutik. Ilham
Udin hampir mencetak hattrick andai tendangan kerasnya di menit ke-90 tak
ditepis Galih. Skor 3-1 bertahan hingga bubar laga. (mdk)
