LABUHA-Kampanye pasangan
calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Halmahera Selatan nomor urut 4, Bahrain
Kasuba-Iswan Hasjim (Bahrain-Iswan) selama ini, diduga menggunakan fasilitas
pemerintah provinsi Maluku Utara. Sebuah unit speadboat berlogo bintang tiga
bagian samping itu, diketahui milik Biro Umum dan Perlengkapan. Penelusuran
media ini, penggunaan fasilitas speadboat atas izin gubernur Abdul Gani Kasuba
yang tak lain paman Bahrain Kasuba.
Ono, motoris speadboat mengaku,
speadboat itu milik Biro Umum dan Perlengkapan Pemda Maluku Utara, digunakan
Bahrain-Iswan sebagai transportasi melakukan kampanye di wilayah Halmahera
Selatan. “Betul saya nakhoda speadboat Biro Umum dan Perlengkapan yang selama
ini melayani urusan tugas pegawai Biro Umum untuk kunjungan ke kabupaten/kota,
izinkan pak gubernur melayani Bahrain-Iswan untuk transportasi kampanye,” aku
Ono polos.
Tak hanya speadboat milik Biro Umum
Pemda Malut, speadboat milik Pemda Halmahera Selatan yang diberi nama ‘Pulau
Mou’ pun digunakan pasangan yang diusung PKS dan Hanura ini. Bahkan speadboat
Pulau Mou telah dialihkan kepemilikan menjadi milik pribadi bupati, Muhammad
Kasuba itu diberikan pasangan calon nomor urut 4 untuk transportasi kampanye di
wilayah kecamatan.
Meski diganti nama, masyarakat tetap
mengenali speadboat ini. Lambang Saruma di lambung speadboat dihapus dan
diganti nomor urut 4. Penggunaan fasilitas daerah atau negara ini dinilai tentunya
menabrak aturan. Masyarakat yang mengetahui penggunaan fasilitas daerah oleh
pasangan nomor urut 4 itu berharap Panwaslu Halsel akan memprosesnya. Tapi
Panwas tampaknya ‘kurang gairah’ menindaklanjutinya. Alasannya, tidak ada
laporan. Weh! (mtg)
