Survey IDM, An-Nur Menang di Haltim

Diposting oleh On Sunday, November 29, 2015


(ilustrasi)

MABA-Pasangan calon bupati dan wakil bupati Halmahera Timur, Anjas Taher dan Nurdin Abas, yang selama ini disebut-sebut-sebut menjadi calon boneka, ternyata memiliki tingkat keterpilihan cukup tinggi di atas 50 persen dan berpeluang menang Pilkada serentak kabupaten Halmahera Timur 9 Desember 2015.
Berdasarkan hasil survey Lembaga Survey dan Kajian Politik Indonesia Development Monitoring (IDM) menempatkan, pasangan An-Nur memiliki tingkat keterpilihan 52,68 persen. Direktur survey dan analisis data IDM, Sutisna mengungkapkan, jajak pendapat dalam pilkada serentak yang digelar di 6 kabupaten dan 2 kota sejak tanggal 10 0ktober-22 November 2015, pasangan nomor urut 1 berada di poisis teratas.

Angka prosentasi ini menurutnya, secara mutlak akan mengalahkan rival politik pasangan petahana nomor urut 2, Rudy Erawan dan Muhdin Hi. Ma’bud (Rudi-Din).  Pasangan Rudi-Din hanya meraih 30,57 persen, sementara responden yang belum menentukan pilihann sebanyak 16,75%. Merosotnya tingkat keterpilihan calon icumbant kata Sutisna akibat faktor ketidakpuasan publik Halmahera Timur terhadap kepemimpin selama 5 tahun pemerintahan Rudi-Din.
“Ketidakpuasan warga Halmahera Timur terhadap kinerja Pemda selama pemerintahan Rudy-Din terdapat 9 permasalahan yang ditampilkan dalam survei yakni fasilitas jalan, lapangan kerja, listrik, kesejahteraan ekonomi masyarakat, nilai jual hasil tani, sengketa lahan, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan dan fasilitas transportasi umum. “Jika dirata-ratakan hampir mencapai 89% warga Haltim merasa tidak puas,” tuturnya.
Sutisna menjelaskan, selain itu, factor lain yang ikut mempengaruhi tingkat keterpilihan Rudi-Din adalah pemilih. Beralihnya pendukung beberapa tokoh masyarakat dan tokoh politik yang tidak dapat mencalonkan diri pada pilkada serentak 2015 karena tidak mendapatkan dukungan partai politik, termasuk PDIP.
Yang menjadi populasi survei ini yakni seluruh warga negara yang berdomisili di kabupaten Halmahera Timur dan mempunyai hak pilih dalam pemilihan umum. IDM hanya menetapkan 5.000 orang yang tersebar di 102 desa sebagai sampel, tetapi yang berhasil dianalisa hanya 4947 sample. Pemilihan sample menggunakan metode multistage random sampling.
Responden yang terpilih katanya, kemudian diwawancarai secara tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Kualitas kontrol terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 42% dari total sampel supervisor, yakni kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam kualitas kontrol tersebut tidak ditemukan kesalahan berarti. (rdx)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »