![]() |
| (ilustrasi) |
TERNATE-Warga kelurahan Mangga Dua dan Toboko,
Ternate Selatan, Minggu (29/11) sekitar jam 02.15 WIT dini hari kembali
terlibat bentrok. Massa kedua kelurahan besar yang bertetangga itu, saling
lempar benda keras di jalan baru perbatasan kedua kelurahan, tepatnya di jembatan
baru. Hujan batu mewarnai aksi bentrokan
antara warga Toboko dengan warga yang sudah kerap terjadi dalam lima tahun
terakhir ini.
Puluhan personel Brimob Polda
Maluku Utara yang saat itu berjaga di pos perbatasan kelurahan Toboko dan
Mangga Dua diterjunkan ke lokasi kejadian, tak mampu menghalangi kedua kelompok
pemuda yang berjumlah lebih banyak dari aparat keamanan. Meski berkali-kali
melepaskan tembakan peringatan ke udara dan tembakan gas air mata ke arah dua
kubu yang bertikai, polisi tetap saja kesulitan mengendalikan massa yang terus saling
melempar ditengah gelapnya malam.
Berselang beberapa menit, puluhan
personel TNI AD dari Satgas 408 Diponogoro tiba di lokasi kejadian bersama anggota
Brimob terpaksa melakukan penyisiran terhadap kedua kubu. Alhasil, usaha personel
TNI dan Brimob ini membuat kedua kubu yang terlibat bentrok berhasil diredam.
Setelah bantuan personil kembali dikerahkan, massa akhirnya bisa dibubarkan
secara paksa oleh petugas.
Bentrokan ini diduga dipicu
beberapa pemuda kelurahan Mangga Dua menggunakan sepeda motor tiga kali
berputar melintasi Toboko dengan mengeluarkan kalimat tak wajar kepada sejumlah
pemuda Toboko yang sedang duduk di jalan baru. Merasa tak dihargai, pemuda
Toboko melakukan penyerangan disertai pelemparan batu terhadap pemuda Mangga
Dua sambil membunyikan tiang listrik.
Dalam bentrokan itu, salah satu
warga kelurahan Koloncucu Harsani (23) yang sedang melintasi dari arah Selatan
ke Utara menggunakan sepeda motor nomor polisi DG 2919 KL dijegat pemuda Toboko
dan dianiaya. Bahkan sepeda motornya dirusak. Untuk mengantisipasi bentrokan
susulan, Polres Ternate telah menempatkan sejumlah personil dan di backup
Brimob Polda Maluku Utara di perbatasan kedua kelurahan. (zs)
