TERNATE-Kegagalan kota Ternate meraih piala Adipura ke-9
tahun 2015, disebabkan Ternate tidak memiliki jembatan timbang di Tempat
Pembuangan Akhir (TPA) di Takome, kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate. selain
itu, minimnya bak sampah. Kepalan Dinas Kebersihan Mansur Abdurahman mengaku, persyaratan
itu tidak dimiliki sehingga Ternate dianggap tidak memenuhi syarat meraih
Adipura.
Selain persyaratan teknis,
persyaratan lainnya, partisipasi masrayakat masih kurang. “Kemarin saya kroscek
nilai di Kementari Badan Lingkunag Hidup (BLH) di Jakarta ternyata kota Ternate
jatuh di beberapa peryaratan yang telah disebutkan tadi,” katanya. Meski
begitu, dari sisi penilaian kerbersihan kata Mansur, kota Ternate memiliki
nilai cukup tinggi karena tidak ada jembatan timbang untuk mempengaruhi. Padahal,
jembatan timbang merupakan perintah Undang-undang.
Diakuinya, sesuai UU, setiap TPA wajib
memiliki jermbatan timbang, namun sungguh disayangkan kota Ternate belum
memliki jembatan timbang.
“Insya Allah kedepan kita berupaya memabangun
jembatan timbang karena itu wajib hukumnya, jadi tidak satupun kabupaten/kota
di Provinsi Maluku Utara yang meraih Adipura karena semua belum memiliki
jembatan timbang sampah,” ungkapnya.Mansur menjelaskan, upaya menertibakan masyarakat agar tertib sampah maka pihaknua melakukan sosialisasi dengan melibat RT dan RW setempat. Dengan begitu, masyarakat punya perhatian membuang sampah. Dan paling penting adalah peran masyarakat di Kelurahan melalui RT dan RW. “Lurah, RT, RW harus peran aktif karena tuga Dinas Kebersihan hanya menfasilitasi, tapi Lurah berperan aktif dalam menjaga kebersihan di kota Ternate,” pintanya. (aky)