![]() |
| Ismed Saupala |
TERNATE-Ketua Komisi Pemilhan Umum (KPU)
Kota Ternate, Ismed Saupala mengungkaplan, pihaknya masih kekurangan surat
suara sebab yang sudah dicetak belum cukup dan ada beberapa diantaranya rusak
saat disortir atau dilipat. Menurutnya, surat suara yang dicetak sebanyak
155.718 dan sudah dilipat sebanyak 155.428. Yang rusak dan kekurangan masih
sebanyak 290 surat suara.
“KPU
sendiri mengambil langkah-langkah untuk hitung ulang dari proses yang sudah dilakukan
oleh 6 kelompok. Hitung ulang untuk mengetahui posisi kekurangan. Mudah-mudahan
dalam waktu dua hari ini sudah dapat terkonfirmasi PPK dan rekanan untuk mensuplai
yang masih kurang," jelasnya Jumat (27/11).
KPU
menargetkan pelipatan surat suara selama tiga hari, ternyata hanya sampai dua
hari. Persiapan logistik, KPU masih kekurangan dua jenis yakni dokumen C,
security dan DA security serta daftar calon dan perontakan disetiap TPS 1 buah.
Ia mengaku sempat mengkoordinasikan ke Polres untuk distribusi logistik. “Kita
punya waktu distribusi logistik mulai tanggal 1-7 Desember. Untuk tiga
kecamatan pulau akan perlakuan karena rentang kendali dan akses transportasi,”
ungkapnya.
KPU
berencana distribusi logistik di kecamatan Moti dilakukan secara penuh karena
sudah melekat dengan PAM Polres. Begitu pula perlakuan yang sama untuk Batang
Dua. Skenario Batang Dua katanya, mencarter transportasi untuk didistribusikan
ke enam kelurahan. “Kalau memang tidak ada halangan, direncanakan pada tanggal
6-7. Itu kalau yang kami gunakan membawa logistik, nanti sampai pada Pulau Mayau,
kita menurunkan logistik di 4 kelurahan, setelah itu kita bergerak ke pulau
Tifure karena di situ ada 2 kelurahan," ungkapnya.
Ismad mengaku, tak hanya mengantar logistik,
motor sewaan juga menunggu hingga tanggal 9 Desember, hari pemungutan suara untuk
mengangkut hasil perhitungan suara dari kelurahan-kelurahan untuk dibawa ke PPK
Batang Dua. Ia memperkirakan, tanggal 11-12 Desember, kapal bergerak ke Ternate
membawa hasil rekapitulasi PPK. “Jadi surat suara yang rusak adalah konsekuensi
dari kebutuhan KPU yang harus dicetak kembali,” tandasnya.(jun)
