![]() |
| (ilustrasi) |
Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan Dinas Pariwisata Kota
Ternate Samsudin Muhammad sekaligus panitia penjemputan mengatakan, para wisman
dibagi dalam dua kelompok jadwal kunjungan ke Ternate. Mulai pukul 13:00 WIT
disambut upacara adat Joko Kaha, setelah itu menuju benteng Toloko, kediaman
Alfred Russel Wallacea dan kedaton Sultan Ternate dan berakhir di Vila Air
Tege-tege pukul 17:30 WIT.
Sementara lokasi batu angus tidak sempat didatangi
mengingat waktu keberangkatan
Adapun tempat yang tidak bisa di
datang para wisatawan seperti tempat
wisata di Batu Angus, mengingat
waktu yang terbatas karena tepat pukul 18:00 WIT sudah harus bertolak ke
Manokwari, Papua. Samsudin mengaku kesulitan akomodasi untuk melayani para
turis lantaran kendaraan yang digunakan tidak sebanding dengan jumlah
kendaraan. “Kita hanya gunakan 26 mobil dan 7 bus,” katanya.
Samsudin menjelaskan, para turis sempat mengunjungi
destinasi wisata untuk mempromosikan hasil alam berupa cengkeh dan pala, obyek
wisata sejarah dan budaya Ternate. Termasuk mencicipi kuliner khas Ternate
yakni popaco, waji, pisang goreng dan sebagainya.
Agen organizer, Adanan
Marhaban mengaku sering melobi pemerintah daerah, terutama dinas periwisata
untuk mendatangkan turis asing seperti Perancis, Amerika Serikat, Australia
guna menambah mempromosikan budaya sekaligus promosi Kota Ternate ke dunia
internasional. (nod)
