TALIABU-Sekitar
100 pendukung dan simpatisan dari Paslon bupati dan wakil bupati yang ikut debat public, Kamis (26/11) harus kecewa karena tak dihadiri pasangan
nomor urut 1. Dengan begitu, debat pun harus dibatalkan lantaran di Taliabu
hanya dua pasangan calon yang bertarung dalam Pilkada serentak 9 Desember 2015.
Untuk melampiaskan kekecewaan itu, simpatisan nomor urut 2 mengobrak-abrik
kursi di lokasi debat. "Kami sudah berada di
ruangan debat kurang lebih 2 jam yakni pukul 14:00 WIT menunggu kedatangan paslon nomor
urut 1," ungkap ketua timses paslon nomor urut 2 Ridwan Soamole.
Ketua
KPU Maluku Utara Syahrani
Somadayo mengatakan, gagalnya
debat publik karena pasangan
nomor urut 1 Aliong Mus-Ramli terlambat hadir di ruangan. Sementara paslon
nomor urut 2 hadir tepat waktu. Sesuai hasil
kesepakatan, debat dilaksanakan tepat pukul 14:00 WIT molor untuk menunggu
kehadiran paslon nomor urut 1.
Dijelaskan, tujuan debat publik agar paslon bupati dan wakil bupati memaparkan
visi,
misi dan program untuk dilaksanakan setelah
terpilih menjadi bupati dan wakil bupati. Namun
apabila tidak dapat dilaksanakan pun tidak berpengaruh pada tahapan-tahapan
selanjutnya.
Sebelumnya, seorang simpatisan pasangan calon bupati dan wakil bupati Pulau
Taliabu, Aliong Mus-Ramli nyaris tewas dihajar tim paslon nomor urut 2,
Zainal-Arifin. Simpatisan AMR bernisial J dan D diduga melempari konvoi tim
Zainal-Arifin dengan botol air mineral saat melintas depan kediaman mantan
bupati Sula Ahmad Hidayat Mus (AHM).
Kronologi
hingga dua simpatisan ARM dihajar karena saat konvoi keliling kota Bobong,
dilempari botol air mineral. Melihat kondisi itu, ratusan massa mengejar
keduanya dan menghajar hingga babak belur. “Mereka yang memulai sehingga kami
membalas,” ujar Udin, simpatisan Zainal-Arifin. Melihat massa yang semakin
brutal, aparat kepolisian dan puluhan anggota Brimob BKO Polda Maluku Utara melakukan
pengamanan sehingga kejadian tersebut tak berlangsung lama. (rt)