JAKARTA-Kementerian
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali menegaskan minatnya untuk bisa membeli
10,64 persen saham PT Freeport Indonesia meski perusahaan tersebut tak kunjung
menawarkan saham mereka kepada pemerintah.
Menteri
BUMN Rini Soemarno mengungkapkan, pihaknya telah menyurati Kementerian Energi
dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Keuangan mengenai ketertarikan
untuk mengambil alih saham Freeport.
"Kami
kan sebagai BUMN
menulis surat tentunya kepada Pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM dan
Kementerian Keuangan. Kalau memang ada divestasi kami dari BUMN tertarik untuk
membeli," kata Rini saat ditemui di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa
(24/11).
Menurut
Rini, akan sangat menguntungkan bagi Pemerintah jika BUMN bisa memiliki porsi
kepemilikan saham PTFI sebanyak 20 persen. Hal ini karena, dengan porsi
tersebut maka sangat memungkinkan untuk BUMN bisa memperoleh jabatan sebagai
manajemen di perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu.
"Karena
kan BUMN punya
9,36 persen. Jadi kalau bisa kita naikkan 20 persen itu kan menjadi kepemilikan
yang cukup baik, kita bisa duduk sebagai management, bisa duduk sebagai direksi
yang aktif. Harapannya begitu," ungkap dia.
Untuk
itu, ujar Rini, pihaknya saat ini hanya bisa menanti tindaklanjut dari surat
yang dilayangkan tersebut dan menyerahkan segala prosesnya kepada kementerian
terkait. "Kami menulis surat. Tapi kan
kami menunggu saja," tutup Rini.
Sejak
14 Oktober lalu, Freeport mengulur waktu untuk menawarkan sahamnya kepada
pemerintah. Pada Senin (23/11), Direktur Mineral dan Batubara Kementerian ESDM
Bambang Gatot kembali menyentil Freeport untuk segera melakukan penawaran
saham. Bambang bahkan secara tegas mengancam akan terus memberikan peringatan
bagi Freeport atas hal ini. Sanksi terberat yang bisa diberikan bagi Freeport
adalah default
bagi operasi perusahaan asal AS ini. (rol)
