DEMI menghidupkan wisata di Ternate, maka wilayah kepulauan Indonesia Timur ini
menggelar Festival Kora-Kora. Bahkan, festival ini siap membawa Ternate menuju
Internasional. Nama Kora-kora merupakan ciri khas Ternate, dimana Kora-Kora merupakan armada perang masyarakat
Ternate untuk mengusir Portugis. Oleh karena itulah, Ternate memilih nama
Kora-Kora untuk bisa terus dikenang sepanjang masa.
"Kora-kora menjadi kekuatan utama bagi masyarakat
Ternate, melalui festival ini maka diharapkan bisa menjadikan Ternate terus
dikenal bukan sebatas kekayaan bahari melainkan dari segi sejarah yang
dimilikinya," jelas Henry Karnoza, Kepala Bidang Wisata Buatan Kementerian
Pariwisata kepada wartawan.
Menurutnya, potensi besar yang ada di Ternate bukan
sebatas wilayah bahari saja, tetapi banyak sejarah panjang yang membawa Ternate
terus dikenang sepanjang masa. "Indonesia itu kaya akan bahari dan
sejarah, salah satunya ada di Ternate. Dimana, disana terdapat 35 persen
nature, sekologi, sejarah serta kulinernya," paparnya lagi.
Untuk menjadikan Kora-Kora mendunia, maka Kementerian
Pariwisata terus mendukung dari segi promosi serta branding demi menaikkan nama
Ternate. "Membangun wisata itu bukan sebatas mengenalkan tradisinya saja,
tetapi persoalan branding dan promosi menjadi kekuatan utama bagi pariwisata
Indonesia," tukasnya.
Sementara
penjabat Walikota Ternate Idrus Assagaf memaparkan festival kora-kotra ini
menjadi salah satu bagian dari rangkaian kegiatan HTJ ke-765. Festival
kora-kora katanya akan dilaksanakan setiap tahun. Pemkot berharap dengan kehadiran
Kementrian Pariwisata RI dalam festival kora-kora tidak hanya menjadi ivent
lokal tapi masuk agenda tingakt nasional bahkan internasional.
Secara
internal berharap kegiatan ini dalam rangka merevitalisasi dan mengingatkan
kembali kepada masyarakat bahwa kora-kora tetap dilestarikan. “Jadi ini tidak
sebatas kegiatan serimonial tapi memiliki makna untuk menyamangati kearifan
lokal masyarakat kota Ternate. Bahwa Kota Ternate memiliki kelibihan
dibandingan dengan daerah lain, hanya tinggal bagaimana kita mempromasikan,”
paparnya.
Ternate
lanjutnya, tidak sebatas memiliki wisata alam. Idrus membandingkan Bali yang
terkenal dengan pantainya, Makassar dengan bentengnya. Justeru Ternate memiliki
banyak benteng, pantai bahkan memiliki Kesultanan. Banyak potensi sejarah dan
muatan-muatan masalah lalu yang bisa diangkat keluar kota Ternate, walaupun
kota ini sangat kecil tapi memiliki latar belakang sejarah yang panjang,” urainya.
Ketua Panitian HJT
Ke-765 Arifin Umasangaji menambahkan, thema yang dipilih dalam invent HJT adalah
‘Pesona Ternate memperkokoh Kearifan Laokal’. Festival kora-kora tahun 2015
merupakan iven rutin Pemkot Ternate dalam rangkaian HJY ke-765. Pada prinsipnya
kata Arifin, festival kora-kora adalah salah satu iven yang mengusung tradisi
masyarakat kota Ternate dengan mengendepankan keunggulan armada yang memiliki
sejarah yang luar bisa yakni kora-kora. (aky)
