INDONESIA memang
kaya budaya dan alam, salah satunya dari sisi tari-tarian. Bahkan, setiap
wilayah di Tanah Air memiliki tarian yang khas. Jika Anda bepergian ke
Indonesia Timur, jangan lupa menyambangi Ternate. Wilayah Kepulauan di salah
satu Indonesia Timur ini memang kaya akan wisata bahari. Tapi, wilayah ini juga
kaya akan budaya. Termasuk, tari-tariannya.
Di Ternate memang memiliki banyak jenis tari-tarian, tapi dari semua tarian
ada dua jenis tarian yang kerap dikenal banyak turis lokal maupun mancanegara.
Tarian ini adalah tarian soya-soya dan tarian naro oti. Tarian pertama adalah
tarian soya-soya. Tarian ini merupakan simbol peperangan rakyat Maluku
khususnya digunakan untuk mengusir Portugis.
Bahkan, saking dikenalnya maka tarian ini kerap dipakan untuk di acara
kehormatan maupun acara kedatangan mulai dari Presiden, Bupati, Gubernur hingga
Duta Besar. Kemudian yang kedua adalah Tarian naro oti. Naro oti dalam bahasa
ternate berarti naro itu mengayuh sedangkan oti adalah kail ikan. Tarian ini
memang ditujukan buat para nelayan di Ternate.
Maklum saja, di wilayah yang berseberangan dengan Pulau Tidore dan Halmahera ini memang sangat kaya dengan bahari maupun kelautan. Biasanya, tarian ini dilakukan sebelum para nelayan bepergian untuk mencari ikan. Tak itu saja, tarian ini juga dianggap masyarakat Ternate menjadi tanda puji syukur kepada Tuhan sebelum nelayan menjalankan tugasnya menangkap ikan. Para nelayan berharap agar ikan yang ditangkap tak sebatas berjumlah sedikit. (bmp)