Bupati Pimpin Apel, Kadis Diknas Semaput

Diposting oleh On Tuesday, November 10, 2015

Penjabat bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Mohtar Umamit, Senin (9/11) memimpin apel perdana di halaman kantor bupati. Mohtar datang di kantor bupati jam 06:20 WIT, membuat pimpinan SKPD dan pegawai terlambat. Sebab mereka terbiasa masuk kantor jam 8 dan jam 9. Namun Mohtar memimpin apel perdana, halaman kantor bupati membludak hingga di luar. Dibawah pohon dan taman ditempati PNS.
Dalam apel, Mohtar menyoroti PNS dan pimpinan SKPD yang tidak disiplin. Sorotan penjabat bupati membuat kepala dinas Pendidikan, Ali Umanahu nyaris pingsan alias semaput. Melihat kondisi Ali nyaris jatuh, terpaksa dibopong keluar dari barisan.

Dalam pengarahannya, Mohtar Umamit mengatakan, ada tiga kepala SKPD yang baru-baru ini berangkat ke Jakarta membuat penolakan dirinya menjadi penjabat bupati. Tiga kepala SKPD itu lanjutnya, sudah diketahui identitasnya. Mendengar itu, pimpinan SKPD tak berkutik, hingga Ali Umanahu nyaris pingsan, sehingga dikait-kaitkan, Ali merupakan satu dari tiga kepala dinas yang disinyalir melakukan penolakan terhadap Mohtar Umamit menjadi penjabat bupati.
Mohtar pada kesempatan itu mewanti-wanti agar pimpinan SKPD tidak terlibat dalam politik, apalagi menjadi tim sukses. Apabila ada pimpinan SKPD yang berkeinginan menjadi tim sukses supaya segera melepaskan jabatan. “Kalau mau jadi tim sukses, segera lepas jabatan supaya menjadi pemain yang handal, jangan jadi tim sukses sembunyi kepala, tangan keluar seperti kura-kura,” tegasnya.
Mohtar menegaskan, ia tak segan-segan memecat kepala SKPD yang mencoba bermain politik atau menjadi tim sukses pasangan calon tertentu. Mohtar juga memerintahkan kepala Satpol PP, A. Yani M. Robo melakukan pengawasan ketet terhadap PNS yang masuk kantor tidak tepat waktu, dicatat namanya dan diserahkan kepada penjabat bupati. “Kurang apa disini, kantin di kantor bupati juga ada, semua sudah tersedia, jam istirahat tinggal makan, kenapa harus pulang makan di rumah,” tegasnya.
Mendapat ketegasan Mohtar, PNS sekretariat maupun SKPD tampak hidup kembali. Meski tak bekerja, pegawai tetap berada dalam kantor, tak berkeliaran seperti sebelumnya. Mereka duduk dengan tertib padahal sebelumnya, kantor sepi meski masih jam kerja. Sejak itu, pasar maupun tempat-tempat tak tampak PNS berdinas berkeliaran. “Ada perubahan cukup signifikan,” ujar warga sekitar kantor bupati. (sdl)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »