TIDORE-Pernyataan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadis Budpar) Yakub Husain, terkait telah diserahkannya lokasi pantai pariwisata Rum ke pihak Kecamatan Tidore untuk dijaga, dibantah Camat Tidore Utara Alwi Muhammad.
“Masalah Pantai Wisata di Rum, kami sudah serahkan ke pihak Kecamatan untuk bantu jaga sehingga warga tidak lagi mengambil pasir dan batu serta asset lainnya” jelas Kadis Budpar.
Camat Tidore Utara Alwi Muhammad ketika dikonfirmasi di kantor walikota (3/11), membantah pernyataan Kadis Budpar Yakub Husain. Menurut Alwi, koordinasi ini pernah dilakukan mantan Kadis sebelumnya yakni Asrul Sani. Akan tetapi pihak Kecamatan menolak karena selain menambah beban kerja, juga pihaknya merasa tidak mampu menegur atau melarang warga yang melakukan pengerukan pasir dan batu di pantai yang berhadapan dengan Pulau Ternate dan Maitara tersebut. “Tidak, kita tidak jaga atau awasi di pantai wisata Rum meskipun keberadaannya berada di depan Kantor Camat,” jelas Alwi.
Alwi Muhammad menjelaskan, sebelumnya lokasi pariwisata Pantai Rum sudah dijaga pihak Kecamatan, tetapi tingginya kenakalan warga, sehingga pihaknya mengaku takut jika terus mengawasi di Pantai ini. “Dulu, warga datang naik kelapa dan cengkeh yang sedang berbuah juga dipotong kemudian diambil hasilnya. Itu yang kita takut,” tutup Alwi Muhammad. (pul)
“Masalah Pantai Wisata di Rum, kami sudah serahkan ke pihak Kecamatan untuk bantu jaga sehingga warga tidak lagi mengambil pasir dan batu serta asset lainnya” jelas Kadis Budpar.
Camat Tidore Utara Alwi Muhammad ketika dikonfirmasi di kantor walikota (3/11), membantah pernyataan Kadis Budpar Yakub Husain. Menurut Alwi, koordinasi ini pernah dilakukan mantan Kadis sebelumnya yakni Asrul Sani. Akan tetapi pihak Kecamatan menolak karena selain menambah beban kerja, juga pihaknya merasa tidak mampu menegur atau melarang warga yang melakukan pengerukan pasir dan batu di pantai yang berhadapan dengan Pulau Ternate dan Maitara tersebut. “Tidak, kita tidak jaga atau awasi di pantai wisata Rum meskipun keberadaannya berada di depan Kantor Camat,” jelas Alwi.
Alwi Muhammad menjelaskan, sebelumnya lokasi pariwisata Pantai Rum sudah dijaga pihak Kecamatan, tetapi tingginya kenakalan warga, sehingga pihaknya mengaku takut jika terus mengawasi di Pantai ini. “Dulu, warga datang naik kelapa dan cengkeh yang sedang berbuah juga dipotong kemudian diambil hasilnya. Itu yang kita takut,” tutup Alwi Muhammad. (pul)
