JAKARTA -Bukan hal
mustahil bagi Indonesia menjadi 'kiblat' untuk wisata halal dunia pada 2019.
Hal ini karena Indonesia sudah memiliki syarat '3S'. "Tekad
Indonesia besar untuk menjadi destinasi wisata halal nomor satu dunia,"
ujar Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yahya dalam acara Malam
Anugerah Pariwisata Halal Terbaik 2016 di Kementerian Pariwisata RI, beberapa
waktu lalu. Indonesia akan menjadi kiblat pariwisata halal dunia pada 2019
mendatang. Arief
menjelaskan, halal tourism menjadi fokus Indonesia karena memiliki syarat 3S,
yakni size, sustainable, dan spread. Pasar pariwisata halal di dunia sangat
besar. Kurang lebih terdapat 6,8 miliar penduduk dunia, 1,6 miliar di antaranya
merupakan umat muslim. Sebanyak 60 persen penduduk muslim dunia merupakan orang
dewasa berusia di bawah 30 tahun. Menurut data
terakhir Comcec Report hingga Februari 2016, pada 2014 ada sekitar 116 juta
pergerakan halal traveler. Angka tersebut akan bertambah hingga 180 juta pada
2020 mendatang. Indonesia
dalam tiga tahun terakhir mengalami kenaikan untuk wisata halal, yakni sekitar
15,5 persen. Data terakhir Kemenpar menyebutkan, total pengeluaran wisatawan
muslim dunia 2014 lalu mencapai 142 miliar dollar AS. Sementara
pertumbuhan halal tourism mencapai 6,3 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari
rata-rata pertumbuhan pariwisata dunia. Kemudian
keuntungan halal tourism juga cukup besar. Dilihat dari pengeluaran wisatawan
mancanegara Arab Saudi yang rata-rata menghabiskan 1.750 dollar AS untuk satu
kali kunjungan. "Indonesia
memiliki keragaman destinasi dan kekayaan budaya nusantara, ini menjadi modal
bagi kita," jelas Arief. Tingginya kesadaran masyarakat dan industri
pariwisata nasional terhadap wisatawan muslim juga menjadi poin penting bagi
Indonesia untuk unggul dari negara lain. Dalam ajang
World Halal Tourism Award (WHTA) 2016 di Abu Dhabi pada Desember mendatang,
juga akan menjadi ajang unjuk gigi bagi Indonesia di mata dunia. Kemenpar
menjagokan Provinsi Aceh dan Sumatera Barat untuk meraih destinasi halal
terbaik. Sementara ESQ Tours Travel Jakarta disiapkan untuk mewakili Indonesia
dalam ajang tersebut. (rol)
