Warga 6 Desa Terancam Golput

Diposting oleh On Saturday, December 05, 2015



SOFIFI-Meski sudah ada keputusan bahwa enam desa perbatasan Halmahera Utara dan Halmahera Barat yakni Pasir putih, Bubaneigo, Totewang Akelamo, Ake Sahu dan Dundum masuk wilayah kabupaten Halmahera Utara. Namun pelayanan dalam Pilkada masih dipersoalkan sehingga warga enam desa bakal terancam tidak memilih alias golput dalam Pilkada serentak 2015.
Menyusul dikalangan masyarakat masih terjadi pro kontra. Ada yang memilih ke Halmahera Utara dan ada pula masih bertahan di kabupaten Halmahera Barat. Sesuai informasi, dalam satu desa terdapat dua kepala desa yang diangkat bupati Halmahera Utara maupun bupati Halmahera Barat. Hal ini berimbas pada pembentukan perangkat penyelenggara di tingkat KPPS dan PPS.
Dengan tarik-menarik ini, sebagian warga memilih untuk tidak memilih. Pemerintah provinsi dinilai tidak segera mengambil langkah mempercepat proses penyelesaian tapal batas enam desa. “Gubernur harus tegas, sehingga tidak terjadi tarik-menarik seperti ini,” sesal Rais Dero, tokoh masyarakat Bobane Igo, Jumat (4/12).

Dikatakan, ketidaktegasan gubernur dalam menyelesaikan sengketa tapal batas, warga enam desa menjadi terpecah. Sebagian memilih ke Halut dan sebagian memilih Halbar. Rais memastiakan, banyak warga enam desa bakal tidak memilih. Ia meminta supaya ada langkah KPU dan Bawaslu. “Yang jelas, Bobane Igo memilih bupati Halut,” jelas Rais.
Wakil gubernur Maluku Utara M Natsir Thaib saat dikonfirmasi mengatakan, wilayah 6 desa pada Pilkada serentak Komisi Pemelihan Umun (KPU) telah mengambil langkah sesuai Pilkada lalu. Setelah Pilkada, Pemprov akan menyelesaikan masalah. “Selesai Pilkada baru kita selesaikan permasalahan 6 desa ini," janjinya. (din)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »