![]() |
| (ilustrasi) |
JAILOLO-Camat Jailolo
Timur, Halmahera Barat, Ali Yusup mengungkapkan,
warga enam desa menolak pendistribusian logistik pemilihan Umum
Kepala Daerah (Pemilukada) serentak yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU),
Halmahera Utara. Penolakan
logistik dari KPU Halut dilakukan oleh warga desa
Akelamo ibukota Kecamatan Jailolo Timur, karena mereka
mengkalim bergabung
dengan Halbar dalam pilkada serentak tahun 2015.
“Warga 6 desa
menolok logistik pilkada dari KPU Halut, karena
tidak mau mengikuti pemilihan di Halut, mereka lebih ngotot mengikuti
pemilihan di Halbar,” kata Ali Yusup. Selain itu, Jumlah Daftar
pemilihan tetap (DPT) Jailolo Timur sebanyak 4.000,
diluar pemilih pemula, sebahgian kecil mengikuti pilkada
Halut dan yang sisanya menolak keras logistik dari KPU
Halut. “Jumlah DPT Jailolo Timur, 1.000
lebih memilih di Halut, sementara sisanya 3000 memilih untuk golong putih
(golput), karena menginginkan
memilih
pilkada di Halbar,”
terang Ali.
Untuk
keamanan, Polda Malut melalui
Polres Halut sebanyak 30 personil. Mereka
masih stand by di 6 desa. Terpisah Kapolres Halbar, AKBP Sutoyo
mengatakan, untuk 6 desa tida ada gerakan
sampai saat ini, kodisi di lapanggan
masih kondusif. tetapi terkait dengan warga yang memilih golput dia mengatakan
itu pribadi meraka. “Kalau mereka memilih golput itu hak
mereka, yang penting bisa berjalan aman,”
ujarnya. (dx)
