Warga 6 Desa Halbar-Halut Tolak Logistik Halut

Diposting oleh On Thursday, December 10, 2015


(ilustrasi)

JAILOLO-Camat Jailolo Timur, Halmahera Barat, Ali Yusup mengungkapkan, warga enam desa menolak pendistribusian logistik pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) serentak  yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Halmahera Utara. Penolakan logistik dari  KPU Halut dilakukan oleh warga desa Akelamo ibukota Kecamatan Jailolo Timur, karena mereka mengkalim bergabung dengan Halbar dalam pilkada serentak tahun 2015.
“Warga 6 desa menolok logistik pilkada dari KPU Halut, karena tidak  mau mengikuti pemilihan di Halut, mereka lebih ngotot mengikuti pemilihan di Halbar,” kata Ali Yusup. Selain  itu, Jumlah Daftar pemilihan tetap (DPT) Jailolo Timur sebanyak 4.000, diluar pemilih pemula, sebahgian kecil mengikuti pilkada Halut dan yang sisanya menolak keras logistik dari KPU Halut. “Jumlah DPT Jailolo Timur, 1.000 lebih memilih di Halut, sementara sisanya 3000 memilih untuk golong putih (golput), karena menginginkan memilih pilkada di Halbar,” terang Ali.

Untuk keamanan, Polda Malut melalui Polres Halut sebanyak 30 personil. Mereka masih stand by di 6 desa. Terpisah Kapolres Halbar, AKBP Sutoyo mengatakan, untuk 6 desa  tida ada gerakan sampai saat ini, kodisi di lapanggan  masih kondusif. tetapi terkait dengan warga yang memilih golput dia mengatakan itu pribadi meraka. “Kalau mereka memilih golput itu hak mereka, yang penting bisa berjalan aman,” ujarnya. (dx)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »