SOFIFI-Pemerintah Provinsi
Maluku Utara dianggap tidak disiplin dalam merancang siklus
perencanaan pembangunan di Malut. Hal ini
lantaran administrasi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) belum memahami tentang
kontrak proyek pembangunan sehingga dari segala aspek dapat tercove
dengan
baik.
Wakil gubernur
Maluku Utara M Natsir Thaib mengaku, selama ini Pemprov Malut tidak disiplin
merancang siklus perencanaan infrastruktur pembangunan, bahkan tidak tepat
waktu. Seharusya kata Wagub, APBD induk Pemprov Malut
disahkan dan mulai dilaksanakan dengan digodok perubahan anggaran. Begitu
perubahan anggaran disahkan, langsung dipikirkan APBD induk tahun depan. "Ini
baru cara kerjanya, jangan tiba saat tiba akal. Ini saya kantang-kontang
saja," tegas wagub usai menghadiri kegiatan di Hotel
Baulevard Kamis (10/12).
Menurut wagub, PPK
harus memahami masalah kontrak proyek pembangunan, sehingga segala aspek dapat
tercover. Subtansi
materinya masuk dan aspek hukumnya betul-betul tidak
menghambat proses pembangunan. Namun kata wagub, hal ini tidak dilakukan
sehingga kontrak terus direvisi, bahkan administrasi diotak atik. Semantara di lapangan
harus berpacu dengan waktu. "Yang
kita butuh dilapangan harus tepat waktu," jelanya.
Dikatakan, administrasi
harus segera dibenahi, sehingga kerja sesuai aturan yang
jelas, tidak ada alasan menyelesaikan pembangunan yang berjalan tepat waktu.
Meskipun Provinsi Maluku Utara masuk dalam kategori kriteria prestasi, numun
tinggal bagaimana harus mengisi implementasi berupa pelaksanaan infrastruktur
pembangunan diisi dengan subtansi materi yang memiliki
kontrak yang benar, sehingga dapat mendorong percepatan pembangunan di
lapangan dan daya serap anggaran yang cukup. "Ini
kalau dilakukan,
pekerjaan dilapangan tepat waktu," katanya.
Ditambahkan, Pemprov belum masuk perencanaan yang
berkualitas, kerenan ketepatan waktu saja sudah molor. Untuk itu, siklus
perencaan anggaran harus tepat waktu, dan perencanaan pembangunan yang
baik dan tepat waktu. "Untuk anggaran pembangunan Pemprov Malut
sudah capai 50 persen,"
tandasnya. (din)
