TIDORE-Sultan Tidore, Husain
Sjah menegaskan, agar seluruh perangkat adat dalam kesultanan dijadikan
kendaraan
politik dalam Pilkada serentak 9 Desember 2015. Apalagi dengan
membawa-bawa kesultanan dan menyeret-nyeret nama Sultan untuk mendukung
kandidat tertentu. “Kesultanan tidak mendukung salah satu kandidat,” tegas
Husain, Senin (7/12).
![]() |
| Sultan Tidore Husain Sjah |
Selain tidak membawa-bawa kesultanan dan nama
sultan dalam politik, seluruh perangkat adat tidak boleh berpihak kepada
kandidat tertentu dalam Pilkada. Sultan mempersilahkan memilih kandidat, namun
tidak dibenarkan membawa jabatan adat untuk kendaraan politik dengan
mendukungan pasangan calon tertentu.
“Saya sudah perintahkan kepada seluruh bobato
atau perangkat adat Kesultanan Tidore untuk besikap netral. Kalau pun pilihan
pribadi tidak boleh melibatkan jabatan dalam kesultanan untuk mempengaruhi
masyarakat, apalagi mengatasnamakan Idin (dukungan) Sultan Tidore,” tegasnya.
Husain menegaskan, apabila ketahuan ada perangkat adat yang mengatasnamakan
jabatannya dalam kesultanan Tidore mendukung kandidat tertentu akan ditegur.
Sultan meminta agar masyarakat tetap menjaga silaturrahmi demi kedamaian negeri ini, meski berbeda pilihan, siltaurrahmi dan kedamaian harus tetap dijaga dan dijunjunjung. Siapa pun yang dipilih masyarakat adalah yang terbaik, tapi hubungan silaturrahmi tetap dijaga. (pul)
