Nama Sultan Tak Boleh Dijadikan Kendaraan Politik

Diposting oleh On Tuesday, December 08, 2015

TIDORE-Sultan Tidore, Husain Sjah menegaskan, agar seluruh perangkat adat dalam kesultanan dijadikan kendaraan
Sultan Tidore Husain Sjah
politik dalam Pilkada serentak 9 Desember 2015. Apalagi dengan membawa-bawa kesultanan dan menyeret-nyeret nama Sultan untuk mendukung kandidat tertentu. “Kesultanan tidak mendukung salah satu kandidat,” tegas Husain, Senin (7/12).
Selain tidak membawa-bawa kesultanan dan nama sultan dalam politik, seluruh perangkat adat tidak boleh berpihak kepada kandidat tertentu dalam Pilkada. Sultan mempersilahkan memilih kandidat, namun tidak dibenarkan membawa jabatan adat untuk kendaraan politik dengan mendukungan pasangan calon tertentu.
“Saya sudah perintahkan kepada seluruh bobato atau perangkat adat Kesultanan Tidore untuk besikap netral. Kalau pun pilihan pribadi tidak boleh melibatkan jabatan dalam kesultanan untuk mempengaruhi masyarakat, apalagi mengatasnamakan Idin (dukungan) Sultan Tidore,” tegasnya. Husain menegaskan, apabila ketahuan ada perangkat adat yang mengatasnamakan jabatannya dalam kesultanan Tidore mendukung kandidat tertentu akan ditegur.

Sultan meminta agar masyarakat tetap menjaga silaturrahmi demi kedamaian negeri ini, meski berbeda pilihan, siltaurrahmi dan kedamaian harus tetap dijaga dan dijunjunjung. Siapa pun yang dipilih masyarakat adalah yang terbaik, tapi hubungan silaturrahmi tetap dijaga. (pul)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »