| Pemandangan Kota Ternate dari atas kaki Gunung Gamalama |
TERNATE-Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Maluku
Utara menggagas konsep Islam Kepulauan melalui hasil rekomendasi seminar
nasional yang dipusatkan di Kota Ternate. Ketua Panitia Seminar Nasional, Dr
Jubair Sitomorang di Ternate, Sabtu, mengatakan rangkaian dari beberapa kegitan
dalam kaitan perkuat lembaga keagamaan sebagai Perguruan Tinggi Islam berbasis
riset dalam rangka masyarakat kepulauan.
Dia mengatakan, seminar pengembangan perkembagan Islam berbasis kepulauan
ini, akhir dari kegiatan ini seluruh aktivitas tri darma IAIN yang meliputi,
pengabdian, pendidikan dan penelitian. Selain itu, mahasiswa atau alumni IAIN
itu mengajar harus melalui kurikurum yang diterapkan berbasis Islam Kepulauan
dan saat dosen melakukan penelitian penelitian yang dilakukan itu juga harus
berbasis islam kepulauan.
Menurutnya, jika konsep yang ditawarkan ini diterima maka mahasiswa, dosen,
pegawai harus betul-betul mengetahui karakteristik islam kepulauan, sehingga
akhir dari pengabdiannya itu atau metode yang digunakan itu bisa mendapakan
output yang baik.
Dia menambahkan, jika dibandingkan Islam di Ternate memiliki karakteristik
yang berbeda dengan Islam yang ada di Pulau Jawa, Kalimantan dan Sumatera.
"Kita mau siapkan semacam payung dimana ilmu-ilmu ke-Islaman yang ada di
Malut bisa dipayungi oleh IAIN," katanya.
Sementara
itu, untuk peserta yang hadir dalam seminar tersebut selain dari kampus IAIN,
ada juga unsur stekholder, aktivis dan juga perwakilan kampus lain dan dari
media juga dari pandangan terbut bisa sama-sama meerikan kontribusi pemikiran. Dia
menambahkan, konsep Islam Kepuluan ini terinspirasi dari konsep masyarakat
kepulauan dan masyarakat pesisir itu sudah menjadi terminology dan itu ditemukan
dimana-mana. "Tetapi, baginya gagasan awal yang dikeluarkan misalnya Prof
DR Azyumardi Azra telah mencoba berbicara jaringan ulama dan sudah bicara Islam
pulau dan Islam nusantara," ujarnya. (rol)