HONG KONG-Merokok
berbahaya bagi kesehatan, begitu biasanya bunyi kampanye anti rokok yang seringkali
didengar. Namun nyatanya masih banyak pula perokok yang setia menghisap
tembakau itu. Di Indonesia, para perokok mungkin bisa seenaknya menghisap asap
tembakau di banyak tempat. Di dalam gedung atau di luar ruangan, perokok bisa
bebas menghembuskan asap rokok.
Namun
beda cerita bila mereka tengah berada di Hong Kong. Bisa jadi, tempat kelahiran
aktor Jackie Chan itu menjadi 'neraka' bagi para perokok. Saat detikcom
berkesempatan mengunjungi Hong Kong pada minggu lalu, seorang pegawai dari KJRI
Hong Kong bernama Toni sempat bercerita pasal merokok di negara itu. "Di
sini susah, Mas kalau mau merokok. Tidak ada yang merokok di gedung atau di
dalam ruangan," kata Toni saat berbincang santai dengan detikcom.
Lalu
di mana biasanya para perokok berada? Toni kemudian menunjuk salah satu benda
berwarna oranye seperti tempat sampah di pinggir jalan. "Ya biasanya di
sini. Itu pun tidak boleh membuang puntung sembarangan karena bisa dikenai
denda. Ada CCTV di mana-mana," ucap Toni.
Benda
oranye yang ditunjukkan Toni itu memang berupa tempat sampah dengan asbak di
bagian atasnya. Puluhan puntung rokok dari berbagai merek tergeletak di asbak
itu. Tak ada tempat duduk atau tempat bernaung dari panas di sekitarnya. Para
perokok memang dibatasi di Hong Kong.
Namun
dari pengamatan, masih banyak pula orang yang lalu lalang sembari menghisap
rokok. Hanya saja, pasti banyak yang memandang sinis apabila masih seenaknya
seperti itu. Apalagi harga sebungkus rokok di Hong Kong cukup mahal
dibandingkan dengan di Tanah Air. Rokok dengan merek tertentu bisa mencapai Rp
90 ribu per bungkus, pastinya sangat menguras kantong bagi perokok berat.
Selain itu, apabila para
perokok tetap ngotot merokok di lokasi yang sudah dilarang bisa dikenai denda.
Tak tanggung-tangung, denda yang dikenakan yaitu 5000 dollar Hong Kong atau
sekitar Rp 8 juta lebih. (dtc)