BANDUNG-Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri
(Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengatakan, dalam menghadapi kondisi
ekonomi global yang sedang melemah diharapkan sinergitas antara pengusaha dan
pemerintah semakin kuat. Apalagi pada paruh pertama 2016 diprediksi kondisi
perekonomian global masih belum berubah.
"Kita harus memperkuat kondisi ekonomi di dalam negeri dengan mempercepat pembangunan infrastruktur," ujar Suryo usai pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) VII Kadin Indonesia, Senin (23/11).
"Kita harus memperkuat kondisi ekonomi di dalam negeri dengan mempercepat pembangunan infrastruktur," ujar Suryo usai pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) VII Kadin Indonesia, Senin (23/11).
Menurut
Suryo, dengan percepatan pembangunan infrastruktur maka belanja pemerintah bisa
cepat dirasakan oleh masyarakat. Selain itu, kemampuan untuk merumuskan dan
merancang aturan kebijakan pemerintah harus sesuai dengan ekspektasi dunia
usaha.
Apabila
tidak didorong oleh kebijakan yang tepat, maka akan sulit bagi pengusaha untuk
menghadapi persaingan ketat."Diharapkan dunia usaha ke depan gak cuma
menjadi objek kebijakan, tapi ikut merumuskan kebijakan ke depan," kata
Suryo.
Menurut
Suryo, paket kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah sejauh ini sudah tepat
sasaran dan sesuai keinginan dunia usaha. Namun hal tersebut tidak cukup,
karena kunci keberhasilan kebijakan yakni melalui implementasi.
Oleh
karena itu, perlu ada sinergitas yang baik antara Kadin Indonesia dan
pemerintah sehingga kebijakan ini juga dapat diimplementasikan di daerah.
Pasalnya selama ini, hubungan antara dunia usaha di daerah dan pemerintah
daerah juga belum sepenuhnya bisa tersinkronisasi.
Sementara
itu, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia Suryani Motik mengatakan,
pemerintah harus memiliki komitmen kuat dalam menjalankan kebijakan yang telah
dibuat. Jangan sampai kebijakan yang sudah dibuat pada akhirnya direvisi
kembali.
"Gak
elok kalau kebijakan sudah dibuat lalu direvisi lagi, karena ini bukan hanya
menganggu pengusaha dalam negeri namun juga investor asing maupun yang sudah
existing di Indonesia," kata Suryani. (rol)
