Tuntut Listrik di Gebe, Massa Rusak Fasilitas Fajar Bhakti Lintas Nusantara

Diposting oleh On Thursday, November 10, 2016 with No comments

ilustrasi
WEDA-Kantor dan sejumlah fasilitas dan kendaraan PT. Fajar Bakti Lintas Nusantara (FBLN), sebuah perusahaan tambang yang beroperasi di Pulau Gebe, Halmahera Tengah dirusak massa gabungan 8 desa yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda dan Masyarakat Pulau Gebe. Pengrusakan itu dilakukan lantaran kecewa dengan pihak perusahaan yang berjanji akan membantu penerangan listrik tak ditepati.
Massa yang berjumlah sekitar 2 ribu orang itu merusak kantor PT. FBLN, termasuk 5 unit truk antar jemput karyawan, 4 unit kendaraan Ford Ranger (kacah pecah), 1 unit kendaraan Hiluxd, Mess FBLN. Sedangkan dari warga yang menjadi korban lemparan batu yakni Andi (32), warga desa Kacepi, Farid Kabir (26) desa Sanafi Maming, Nurnia (27)  warga desa Kacepi dan Ansar (30) dari desa Kapaleo. Tak hanya itu, massa memboikot seluruh aktivitas perusahaan mulai jam 11:00 hingga pukul 15:00 WIT.
Aksi ini bertindak sebagai Koolap Malik Sumpap dan Salim Rabbo, Ketua Pemuda desa Sanafi Mamim. Sedangkan orator terdiri dari Abdul Rakib Rabo, Ketua PGRI Pulau Gebe, Ahdan Djalil, Ketua SPSI kecamatan Gebe, Khusnul, mahasiswa dengan jumlah massa diperkirakan mencapai 2 ribu orang.
Massa gabungan 8 desa ini menggunakan kendaraan 100 sepeda motor, dan 20 mobil lengkap dengan sound system dengan titik kumpul di lapangan volly desa Elfanun, sebelum bergerak ke lokasi perusahaan. Selain itu, sebagian massa lain yang terdiri dari masyarakat dan siswa berjalan kaki ke lokasi perusahaan berjarak sekitar 2 kilometer.
Massa menuntut, penerangan listrik kembali dinormalkan. Akibat tidak ada penerangan menghambat aktifitas. Disamping itu melumpuhkan aktifitas perekonomian, pendidikan, kesehatan, ibadah dan kegiatan sosial lain di Pulau Gebe terganggu.
Beberapa saat melakukan aksi, pihak perusahaan tak menemui massa. Akibatnya, massa mulai anarkis berusaha menerobos blokade keamanan di pintu portal area perusahaan. General Manager PT. FBLN Site Pulau Gebe, Majid Husen menemui massa dan memberikan penjelasan bahwa pimpinan FBLN menyatakan akan membantu penerangan. “Malam ini juga listrik di pulau Gebe akan dinyalakan. Masyarakat malam ini juga bisa dinikmati penerangan," ujar Majid mencoba menenangkan massa.
Meski diberi penjelasan, massa yang sudah terlanjur emosi berhasil menerobos blokade aparat keamanan yang berjaga di pintu masuk menuju office Situ FBLN. Tujuan mereka ingin menemui dan menyampaikan aspirasi langsung kepada pimpinan, Caroline.
Melihat emosi massa mulai tak terkendali, Kabinda Maluku Utara, Brigjen TNI Hendi Geniardi berusaha menenangkan emosi massa yang mulai tak terkendali. Jenderal bintang satu inimengatakan, akan membantu mengkomonikasikan dengan pimpinan perusahaan untuk segera membuat keputusan tertulis. Hendi juga menyatakan siap membantu mendorong Pemda Halmahera Tengah dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara merealisasikan jaringan PLN yang didukung dengan APBD.
Selain Kabinda, Ketua DPRD Halteng, Rusmini Sadaralam juga menemui massa. Dihadapan massa, Rusmini berjanji akan menindaklanjuti keinginan masyarakat mereaalisasi listrik di Pulau Gebe. "Saya mohon pimpinan PT. FBLN segera mengeluarkan keputusan bantuan penerangan listrik kepada masyarakat Pulau Gebe," tegas Rusmini.
Sekitar jam 12.30 Wit, pimpinan FBLN Caroline menemui massa. Dihadapan massa Caroline menyampaikan bahwa keinginan masyarakat akan direalisasikan. Perusahaan berupaya membantu dengan keadaan yang ada saat ini. Perusahan akan memberikan bantuan penerangan dan bantuan BBM. "Perusahaan hanya bisa membantu hingga Desember mengingat Perusahaan saat ini mengalami devisit," jelasnya.
Penjelasan Caroline tak membuat massa tenang. Mereka kembali anarkis dan berusaha masuk kantor FBLN. Untuk menenangkan massa, BKO Brimob terpaksa melepas tembakan ke udara. Kondisi ini membuat massa tambah emosi dan merusak fasilitas berupa AC di ruangan kantor serta memecahkan kaca jendela.
Massa juga membakar sebuah mobil Avanza milik perusahaan dan bangkainya dibuang ke laut. Akibat massa mendesak perusahaan segera menarik kabel dari perusahaan ke mesin PLTD berjarak sekitar 2 Km tak ditanggapi. Menurut mereka, selama belum ada kejelasan perusahaan, perusahaan tak boleh beroperasi.
Massa menginginkan bantuan penerangan listrik direalisasikan hingga Januari atau selama PLN belum masuk ke Pulau Gebe. Perusahaan diminta bertanggung jawab memberikan penerangan di Pulau Gebe. Jika itu tak dipenuhi, perusahaan siap-siap angkat kaki dari Pulau Geber.
Usai menggelar aksi, sekitar pukul 15:00 Wit massa meninggalkan lokasi perusahan dan kembali ke kampung masing-masing dengan berjalan kaki dikawal 1 regu Brimob, Polsek dan Koramil Pulau Gebe. Sebagai inspirasi masyarakat yakni Ketua DPRD Halteng Rusmini Sadaralam didampingi Camat Gebe Awaludin Pataha. Aksi ini dihadiri pula 8 Kades, ketua pemuda, tokoh masyarakat, guru-guru serta Siswa SMA, pegawai serta Bidan/ Mantri Puskesmas Gebe dan Ibu-ibu.
Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi aksi susulan, Polres Halmahera Tengah akan menambah personil keamanan sebanyak 30 orang Sabhara Polda Malut, 50 anggota Brimob Polda dan 15 anggota Polres Halteng.  "Ada permintaan tambahan pasukan, maka Polres mengirim pasukan ke Gebe,"  ujar Kassat Sabhara Polres Halteng, Iptu Djamaludin. (hrn)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »