SOFIFI-DPRD
Maluku Utara tak begitu saja mempercayai epala Dinas Energi Sumber Daya Mineral
(ESDM), Syarifudin Manyila yang menyatakan progres pembangunan beberapa Pembangkit
Listrik Tenaga Surya (PLTS) 12 titik di wilayah Maluku Utara.
Sekertaris Komisi III DPRD Maluku
Utara, Sahril Tahir kepada wartawan Rabu malam (7/11) mengatakan, apa yang
disampaikan Dinas ESDM pihaknya belum menyakini, sebab sudah berulang kali
ditemui fakta lapangan tidak sesuai dengan capaian prestasi. “Kami tidak yakin
sebelum melihat progres pekerjaan,” katanya.
Sahril mengaku, sesuai hasil
presentasi kepala Dinas ESDM, progres pekerjaan PLTS 12 titik sudah mencapai 90
persen tinggal dirampungkan. Bahkan sebagian sudah difungsikan. Ke-12 titik
PLTS tersebar di dua kabupaten yakni Halmahera Selatan dan Halmahera Utara.
Menurut kepala Dinas ESDM,
Syarifudin Manyila, sebagaain besar PLTS sudah difungsikan, sementara lainnya
masih bermsalah akibat kontraktor mengerjakan tidak berdasarkan spek sebenarnya.
”Keterlambatan pekerjaan ini akibat kontraktor seenaknya mengikuti kemauan
sendiri, padahal proyek yang bersumber dari DAK ini sudah ada spek yang menjadi
rujukan,” sesalnya.
Lantaran tak sesuai spek, pihaknya meminta
perubahan sistem pekerjaan. Dikatakan,
kontraktor bekerja tidak menggunakan spek awal harus diganti, mengantisipasi
jangan sampai belum lama difungsikan kembali bermasalah, sebab itu butuh garansi
perusahan. “Pekerjaan ada garansi, apabila PLTS mengalami kerusakan dibawah
dari satu tahun masih mendapatkan garansi yang dikerjakan langsung perusahan.
Ini sudah ada kontrak antara perusahan dan Dinas ESDM Maluku Utara,” urainya. (ces)
