MAKASSAR-Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Surya Agus melepas 500 satuan tugas Yonif 726/Tamalatea Kodam VII Wirabuana, dalam operasi Pamrahwan Maluku dan Maluku Utar, di Mako Lantamal VI, Minggu (20/11).
Dalam upacara pemberkatan itu, para prajurit ini dikirim mengunakan KRI Teluk Lampung. Hadir pula dalam kegiatan ini Kapolda Sulsel Irjen Pol Anton Charliyan. Pihak keluarga prajurit juga terlihat mendatangi Dermaga Lantamal VII.
Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Surya Agus SB mengatakan, satuan tugas Yonif 726/Tamalatea merupakan pergantian pasukan yang lebih dulu ada di daerah rawan, yakni Maluku dan Maluku Utara.
"Kita tahu disana masih ada permasalahan-permaslahan yang ada dan harus segera diselesaikan tuntas. Kemudian juga mencegah potensi konflik berlanjut jadi itu program rutin," kata Agus usai melakukan upacara pemberangkatan.
Mantan Dandren 152/Babullah ini menegaskan, para pasukan yang dikirim ini merupakan pasukan tempur. Hanya saja dalam masa tugasnya selama satu tahun, mereka diwajibkan melakukan pendekatan-pendekatan dengan masyarakat setempat.
"Selama satu tahu tugasnya. Mereka ini pasukan tempur, tapi para prajurit di tuntut melakukan pendekatan secara humanis kepada masyarakat. Kemudian melanjutkan tugas-tugas sebelumnya yang diisi Armed 16 dari Divisi 2 Kostrad," jelasnya.
Menurut Agus, program ini sudah ada sejak konflik di Maluku dan Maluku Utara pada tahun 1999. Setiap tiga tahun sekali prajurit dari berbagai Kodam dikirim ke Maluku secara bergantian. (tri)
