![]() |
| Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba menjenguk korban di RSUD Jailolo |
JAILOLO-Pemda kabupaten Halmahera Barat (Halbar) menyatakan akan menanggung biaya pengobatan korban kebakaran speedboat Bintang Fajar yang terbakar Sabtu (15/10) sore waktu setempat. "Semua biaya perawatan korban ditanggung pemerintah," kata Bupati Halbar, Danny Missy, usai menjenguk korban di RSUD Jailolo, Sabtu (15/10).
Danny yang mendampingi Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba, terjun langsung meninjau 33 korban yang mengalami luka berat dan ringan ini. Pihaknya berjanji bakal mengevaluasi seluruh speedboat rute Jailolo-Ternate dan sebalik. Jika menemukan ada ketidaklayakan, izin operasi speedboat itu akan langsung dicabut. "Habis ini saya tinjau semua. Tidak layak, kita hentikan beroperasi. Seperti ini saya sebagai pemerintah daerah tidak ingin kejadian terulang kembali," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Halmahera Barat Khalid Ismail saat dihubungi, Sabtu (15/10) malam mengatakan, sebagian penumpang masih dirawat di RSUD Jailolo dan ada yang sudah pulang. Sementara korban meninggal dunia sudah diserahkan melalui Pemkab Halmahera Barat ke pihak keluarga.
Sebagaimana diketahui, kapal cepat Bintang Fajar yang bertolak dari Pelabuhan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat tujuan Ternate, Maluku Utara, terbakar pada Sabtu (15/10) sore. Kapal yang mengangkut 41 penumpang tersebut terbakar sekitar 15 menit setelah meninggalkan Pelabuhan Jailolo. Empat orang di antaranya meninggal dunia.
Kebakaran diduga berasal dari sebuah mesin yang sedang dihidupkan oleh anak buah kapal dengan cara mencabut selang minyak untuk memancing agar mesin tersebut bisa hidup. Hal itu mengakibatkan percikan api yang merembet hingga bahan bakar cadangan dan menyebabkan dua unit mesin lainnya terbakar.
Penumpang menyelamatkan diri dengan keluar dari kapal dan berenang. "Speedboat itu dengan 6 mesin. Jadi kebakaran tadi jarak antara speedboat dengan pelabuhan baru sekitar 1 kilometer lebih, sehingga masih terpantau dari pelabuhan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Halmahera Barat Khalid Ismail.
Ia mengatakan, warga yang melihat kejadian itu langsung menuju lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban. Dari data sementara, korban jiwa bernama Basri (26), Rosalina (30), Niklas (35), serta Yamin Muklis (36). (rdx)
Danny yang mendampingi Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba, terjun langsung meninjau 33 korban yang mengalami luka berat dan ringan ini. Pihaknya berjanji bakal mengevaluasi seluruh speedboat rute Jailolo-Ternate dan sebalik. Jika menemukan ada ketidaklayakan, izin operasi speedboat itu akan langsung dicabut. "Habis ini saya tinjau semua. Tidak layak, kita hentikan beroperasi. Seperti ini saya sebagai pemerintah daerah tidak ingin kejadian terulang kembali," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Halmahera Barat Khalid Ismail saat dihubungi, Sabtu (15/10) malam mengatakan, sebagian penumpang masih dirawat di RSUD Jailolo dan ada yang sudah pulang. Sementara korban meninggal dunia sudah diserahkan melalui Pemkab Halmahera Barat ke pihak keluarga.
Sebagaimana diketahui, kapal cepat Bintang Fajar yang bertolak dari Pelabuhan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat tujuan Ternate, Maluku Utara, terbakar pada Sabtu (15/10) sore. Kapal yang mengangkut 41 penumpang tersebut terbakar sekitar 15 menit setelah meninggalkan Pelabuhan Jailolo. Empat orang di antaranya meninggal dunia.
Kebakaran diduga berasal dari sebuah mesin yang sedang dihidupkan oleh anak buah kapal dengan cara mencabut selang minyak untuk memancing agar mesin tersebut bisa hidup. Hal itu mengakibatkan percikan api yang merembet hingga bahan bakar cadangan dan menyebabkan dua unit mesin lainnya terbakar.
Penumpang menyelamatkan diri dengan keluar dari kapal dan berenang. "Speedboat itu dengan 6 mesin. Jadi kebakaran tadi jarak antara speedboat dengan pelabuhan baru sekitar 1 kilometer lebih, sehingga masih terpantau dari pelabuhan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Halmahera Barat Khalid Ismail.
Ia mengatakan, warga yang melihat kejadian itu langsung menuju lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban. Dari data sementara, korban jiwa bernama Basri (26), Rosalina (30), Niklas (35), serta Yamin Muklis (36). (rdx)
