![]() |
| Menteri PP & PA Yohana Susana Yambise |
JAILOLO-Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise menyampaikan bela sungkawa terhadap para korban terbakarnya speed boat di perairan Desa Matui, Jailolo, Halmahera Barat. "Atas nama presiden dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kami mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas peristiwa yang terjadi di perairan Jailolo," kata Menteri Yohana, di Jailolo Halmahera Barat, Malut, Sabtu malam.
Pihaknya menyatakan telah menjenguk ke rumah sakit setempat untuk melihat kondisi beberapa korban tewas dan mengalami luka bakar. "Saya sempat menengok ke RS untuk melihat kondisi jenazah. Sedih sekali. Bahkan ada bayi yang sedang berjuang untuk tetap hidup. Semoga Tuhan memberikannya kekuatan," ujarnya.
Pada Sabtu sekitar pukul 15.30 WIT, kecelakaan speed boat terjadi di perairan Desa Matui, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat. Speed boat dengan tujuan Jailolo- ernate itu berpenumpang 41 orang dan empat orang anak buah kapal (ABK). Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 41 orang sudah ditemukan dengan empat orang diantaranya tewas. Sementara empat orang lainnya masih belum ditemukan.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP & PA) RI Prof. Dr. Yohana Susana Yambise, sapaan mama Yo itu, tak tega melihat kondisi anak bayi berusia 8 bulan lebih korban laka laut di perairan Halmahera Barat Maluku Utara. Bayi mungil tersebut diketahui bernama Muhammad Alfatih yang sedang koma di RSUD Halbar, dikunjungi khusus oleh mama Yo.
Saat melihat banyi yang tak berdaya terlihat air mata bercucuran di pipi mama Yo karena tak kuasa menahan kesedian terhadap derita yang dialami bayi malang itu. Ibu menteri didampingi stafnya, Direktur RSUD Jailolo dr. Saifullah Radjiloen, langsung membesuk korban kecelakaan kebakaran speed boat Bintang Fajar, yang dirawat di RSUD Jailolo, menuju ke ruang IGD dan langsung menjenguk korban meninggal dunia, selanjutnya menuju keruang ICU meninjau korban bayi yang masih koma, kemudian menuju ke ruang wanita pada korban lainnya.
Selain agenda besuk, ibu Menteri juga memberikan bantuan berupa satu buah amplop yang di berikan kepada Ny. Mulyati (31) dan buah hatinya bayi yang berusia 8 bulan itu di yang di rawat di ruang ICU RSUD jailolo. Mulyati (31), saat di konfirmasi usai mendapat besukan dari Mama Yo, membenarkan adanya bantuan yang di berikan oleh mentri tersebut, “Iya Ibu mentri kase amplop cuman belum tau isinya apa,” katanya. Seraya menambah, Menurutnya, Ibu Menteri menangis saat melihat keadaan anaknya, hanya ada pesan yang dititipkan oleh adalah sabar dan banyak banyak berdoa. (rdx)
Pihaknya menyatakan telah menjenguk ke rumah sakit setempat untuk melihat kondisi beberapa korban tewas dan mengalami luka bakar. "Saya sempat menengok ke RS untuk melihat kondisi jenazah. Sedih sekali. Bahkan ada bayi yang sedang berjuang untuk tetap hidup. Semoga Tuhan memberikannya kekuatan," ujarnya.
Pada Sabtu sekitar pukul 15.30 WIT, kecelakaan speed boat terjadi di perairan Desa Matui, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat. Speed boat dengan tujuan Jailolo- ernate itu berpenumpang 41 orang dan empat orang anak buah kapal (ABK). Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 41 orang sudah ditemukan dengan empat orang diantaranya tewas. Sementara empat orang lainnya masih belum ditemukan.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP & PA) RI Prof. Dr. Yohana Susana Yambise, sapaan mama Yo itu, tak tega melihat kondisi anak bayi berusia 8 bulan lebih korban laka laut di perairan Halmahera Barat Maluku Utara. Bayi mungil tersebut diketahui bernama Muhammad Alfatih yang sedang koma di RSUD Halbar, dikunjungi khusus oleh mama Yo.
Saat melihat banyi yang tak berdaya terlihat air mata bercucuran di pipi mama Yo karena tak kuasa menahan kesedian terhadap derita yang dialami bayi malang itu. Ibu menteri didampingi stafnya, Direktur RSUD Jailolo dr. Saifullah Radjiloen, langsung membesuk korban kecelakaan kebakaran speed boat Bintang Fajar, yang dirawat di RSUD Jailolo, menuju ke ruang IGD dan langsung menjenguk korban meninggal dunia, selanjutnya menuju keruang ICU meninjau korban bayi yang masih koma, kemudian menuju ke ruang wanita pada korban lainnya.
Selain agenda besuk, ibu Menteri juga memberikan bantuan berupa satu buah amplop yang di berikan kepada Ny. Mulyati (31) dan buah hatinya bayi yang berusia 8 bulan itu di yang di rawat di ruang ICU RSUD jailolo. Mulyati (31), saat di konfirmasi usai mendapat besukan dari Mama Yo, membenarkan adanya bantuan yang di berikan oleh mentri tersebut, “Iya Ibu mentri kase amplop cuman belum tau isinya apa,” katanya. Seraya menambah, Menurutnya, Ibu Menteri menangis saat melihat keadaan anaknya, hanya ada pesan yang dititipkan oleh adalah sabar dan banyak banyak berdoa. (rdx)
