![]() |
| ilustrasi |
TERNATE-Ditengah provinsi Maluku Utara dililit hutang pihak
ketiga, DPRD malah mengusulkan 20 mobil dinas seharga Rp. 6,8 miliar. langkah
DPRD ini disoal staf pengajar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
Muhammadiyah Maluku Utara, Muhlis Hafel.
Menurut
Muhlis, wakil rakyat tak selayaknya hidup mewah di atas kondisi keuangan Maluku
Utara yang anjlok. “Anggota DPRD jangan terlalu bermewah-mewah karena tak elok
dan etis, sebab rakyat yang diwakili hidup serba kekurangan,” katanya, Kamis
(10/11).
Wakil
rakyat kata Muhlis, harus bernurani
kerakyatan, tak boleh berorientasi kemewahan, kasihan rakyat Malut masih susah
dn penuh dengan keterbatasan ditengah ekonomi daerah yang memprihatinkan.
Muhlis
berpendapat, sebaiknya anggota DPRD minta bus berkapasitas 50 orang untuk
angkutan kolektif. Dengan demikian akan menghemat anggaran, sisa anggaran itu
bisa dialokasikan pemberdayaan kepada masyarakat diikuti dengan pendampingan. (jun)
