TERNATE-Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) merencanakan pada tahun 2017, akan membangun infrastruktur penunjang di pantai Jiko Malamo, yang kini dijadikan tempat wisata di Kota Ternate. Sebab, sektor priwisata merupakan salah satu sektor unggulan untuk mengenjot pendpatan Pemkot.
Wali Kota Ternate Burhan Abdurrahman kepadawartawan saat memantau infrastruktur pantai Jiko Malamo, Jumat (4/11) mengatakan, dari hasil pengecekan fasilitas penunjang infrastruktur fisik di pantai Jika Malamo masih mengalami kekurangan berupa MCK, jalan menuju ke jembatan Sehingga, secara teknis akan dikejakan Dinas PU. " ini memang secara teknis nanti dilihat lngsung Dinas PU, karena fasilitas penunjang belum memadai," katanya.
Selain itu lanjut Wali Kota, yang masih menjadi kendali lain berupa tersedianya tempat parkir kendaraan, sehingga masyarakat yang datang berkunjung menikmti panorama pantai Jiko Malamo belum merasa nyaman. Meskipun keindahan penorama cukup mendukung. "Pantai ini sudah menjadi ruang publik, jadi orang akan datang banyak . Sehingga tempat prkir juga harus mendukung, jadi saya sudah sampaikan kepda PU untuk melihat sarana parkir", ujarnya.
Ia menjelaskan, jika dibandingkan pantai Jiko Malamo dengan sulamadaha, maka pantai Jiko Malamo juga tidak kalah dari sisi panorama pantai."Kalau di sulamadaha sering ombak, jika musim ombak. Tetapi Pemkot tetap membangun fasilitas panunjang dari sisi infrastruktur di pantai sulamadaha, seperti ruang tunggu karena masyarakat hiri selalu menjalankan aktivitas penyebrangan melalui pantai sulamadaha", terangnya.
Jika ruang tunggu sudah dibagun lanjut Burhan, secara otomtis angkutan umum juga bisa memanaatkan fasilitas tersebut, karena masyarakat akan menunggu kendaran umum melui ruang tunggu yang tersedia. " Kalau ini sudah di bangun, maka kendaraan umum juga bisa masuk. Nanti diatur treaknya, karena ini juga penting. Jadi pemerintah tetap memperhatikan hal ini," tutupnya. (aky)
Wali Kota Ternate Burhan Abdurrahman kepadawartawan saat memantau infrastruktur pantai Jiko Malamo, Jumat (4/11) mengatakan, dari hasil pengecekan fasilitas penunjang infrastruktur fisik di pantai Jika Malamo masih mengalami kekurangan berupa MCK, jalan menuju ke jembatan Sehingga, secara teknis akan dikejakan Dinas PU. " ini memang secara teknis nanti dilihat lngsung Dinas PU, karena fasilitas penunjang belum memadai," katanya.
Selain itu lanjut Wali Kota, yang masih menjadi kendali lain berupa tersedianya tempat parkir kendaraan, sehingga masyarakat yang datang berkunjung menikmti panorama pantai Jiko Malamo belum merasa nyaman. Meskipun keindahan penorama cukup mendukung. "Pantai ini sudah menjadi ruang publik, jadi orang akan datang banyak . Sehingga tempat prkir juga harus mendukung, jadi saya sudah sampaikan kepda PU untuk melihat sarana parkir", ujarnya.
Ia menjelaskan, jika dibandingkan pantai Jiko Malamo dengan sulamadaha, maka pantai Jiko Malamo juga tidak kalah dari sisi panorama pantai."Kalau di sulamadaha sering ombak, jika musim ombak. Tetapi Pemkot tetap membangun fasilitas panunjang dari sisi infrastruktur di pantai sulamadaha, seperti ruang tunggu karena masyarakat hiri selalu menjalankan aktivitas penyebrangan melalui pantai sulamadaha", terangnya.
Jika ruang tunggu sudah dibagun lanjut Burhan, secara otomtis angkutan umum juga bisa memanaatkan fasilitas tersebut, karena masyarakat akan menunggu kendaran umum melui ruang tunggu yang tersedia. " Kalau ini sudah di bangun, maka kendaraan umum juga bisa masuk. Nanti diatur treaknya, karena ini juga penting. Jadi pemerintah tetap memperhatikan hal ini," tutupnya. (aky)
