TERNATE-Panitia khsusus (Pansus) II DPRD Kota Ternate melakukan
inspeksi mendadak (sidak) ruang terbuka hijau (RTH) yang dikelola Dinas Tata
Kota dan Pertamanan (DTKP) Kota Ternate. Sidak dilakukan dibeberapa lokasi, di
antaranya RTH Taman Nukila dan RTH Belakang Benteng Ternate. Ketua Pansus II
DPRD Kota Ternate, Zainal H, Hasan mengatakan, pimpinan bersama anggota pansus
II DPRD melaksanakan sidak dalam bentuk on
the spot masing-masing RTH yang tersebar dibeberapa lokasi dalam wilayah
Kota Ternate.
“Tujuan kami melakukan
on the spot di tiap-tiap ruang terbuka hijau untuk dianggarkan tahun 2017, bisa
diproyeksikan masuk dalam APBD,” katanya menjawab di ruang makan Kamis, kelurahan
Gamalama, Ternate Tengah, Jumat (21/10). Lahan yang sementara dikelola DTKP
menurut Zainal, ruang terbuka hijau kurang lebih 30 persen dari luas lahan yang
ada di Kota Ternate diperuntukan RTH. “Baru setengah persen lebih yang dikelola
dari 30 persen itu,” ungkapnya.
Karena itu lanjutnya, pemerintah
daerah diharapkan khususnya Dinas Tata Kota mengoptimalkan tujuan ruang terbuka
hijau, selalu focus beberapa obyek atau beberapa lahan yang bisa dijadikan
paru-paru atau jantung Kota Ternate.
Pansus II DPRD menaruh
harapan pada pembuatan dan penyelesaian ruang terbuka hijau sesuai amanat
peraturan perundang-undangan. “Kedepan dikhawatirkan jangan sampai anggaran
2017 sudah diproyeksikan dalam bentuk APBD terus yang lainnya belum masuk,”
paparnya.
Karena itu lanjut
Zainal, dalam perencanaan sebagaimana dokumen perencanaan yang telah diserahkan
pansus II DPRD. “Nanti kita lihat dan lebih mendalami, hal-hal mana yang belum
terakomodir bisa kita inkludkan dalam Ranperda yang sementara kita bahas itu,” jelasnya.
Pansus II DPRD Kota
Ternate yang melakukan on the spot
pada RTH Taman Nukila dan RTH Belakang Benteng, yaitu Zainal H. Hasan, H.
Djadid Ali. H. M. Iqbal Ruray, Muzakir Gamgulu, M. Fahrial Yunus Abbas, Husni
Bopeng, Heny Sutan Muda, Nurlela Syarif, Muzakir Dodaradaga, Hasan Luhulima, H.
Sudirman Irwan, Mochdar Bailussy, Ade Bangkola, Djohar Abdul dan Masri Anwar
Tuara. (dbs)
